|

Kekerasan Perempuan-Anak di Ternate Menurun

Ilustrasi kekerasaan KDRT
TERNATE, BRN - Kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Ternate masih jauh dari ‘darurat kekerasan’. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Januari sampai dengan November 2018 terdata sedikitnya 12 kasus kekerasan perempuan dan 8 kasus kekerasan terhadap anak.

Kepala DP3A Kota Ternate, Hadijah Tukuboya mengatakan, dari 12 kasus perempuan yang di data diantaranya 4 kasus KDRT, 3 kasus nikah diluar nikah, dan 5 kasus penceraian. Jumlah ini mengali penurunan dibandingkan 2017 lalu. “ Kalau di lihat dari angka terjadi penurunan dari 8 ke 7 kasus khususnya KDRT. 2017 itu ada 8 atau 9 kasus,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/1).

Pengagas proyek perubahan (proper) wisata Pulau Hiri layak anak ini menuturkan, pihaknya hanya melakukan pendataan kasus kekerasan perempuan dan anak yang dilaporkan ke DP3A. Kasus yang laporannya masuk ke DP3A umumnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pemerkosaan/pencabulan dan penceraian serta hamil diluar nikah.

“ Bukan menangani, tapi hanya mendata. Kita tetap melakukan pendampingan bilamana korban kekerasan menempuh jalur hukum, karena hampir rata-rata korban kekerasan melaporkan ke polisi,” terangnya.

Sementara untuk kekerasan anak, kata Hadijah sebanyak 8 kasus. Kasus ini diantaranya kekerasan terhadap anak (KTA) 2 kasus, hak asuh 4 kasus, pencabulan 1 kasus dan pemerkosaan 1 kasus. “ kalau kasus pelecehan seksual terhadap anak rata-rata dilaporkan, jadi kita hanya pendampingan saja,” katanya. (ko/red)  
Komentar

Berita Terkini