|

Gakkumdu Dalami Empat Kasus Dugaan Pidana Pemilu

Irwanto Djurumudi
TERNATE, BRN - Impian Budhi Priyono dan Benyamin Rizki Ajawaila untuk duduk di kursi DPRD Provinsi Malut bisa dibilang tak semuda membalik telapak tangan. Kasus dugaan pelanggaran pidana Pemilu yang melilit keduanya kini ditangani Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Malut.

Lembaga yang tergabung dari pihak kepolisian, Jaksa dan Bawaslu Malut itu terus mendalami dugaan pelanggaran pidana Pemilu Budhi Priyono Dapil Ternate-Halbar yang diusung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Benyamin Rizki Ajawaila Dapil Halut-Morotai melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Keduanya bisa saja tersingkir dari pesta demokrasi “jika” terbukti melakukan pelanggaran pidana Pemilu.


Kasubag Hukum Bawaslu Malut, Irwanto Djurumudi mengatakan, kedua caleg itu diduga melakukan kampanye melalui iklan media massa di luar jadwal yang sudah ditetapkan. Mereka juga diduga melanggar ketentuan masa kampanye Pemilu sebagaimana termuat dalam PKPU Nomor 5 Tahun 2018 yang diubah dalam PKPU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019.

“ Kedua kasus yang berkesamaan ini sudah ditangani Sentral Gakkumdu Malut, namun karena kepentingan penyelidikan materi-materi penyelidikan belum bisa disampaikan,” kata Irwanto saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/1).

Dijelaskan, saat ini proses penyelidikan masih dilakukan penyidik Gakkumdu. “ Dua kasus ini sementara masih dilakukan penyelidikan, karena batas akhir penyidilikannya di 14 Januari 2019,” ucapnya.

Irwanto menuturkan, penyelidikan yang sama juga pada kasus dugaan pengrusakan alat peraga kampenye (APK) salah satu caleg Partai Golkar di Kabupaten Tengah dan dugaan penggunaan fasilitias negara oleh Bupati Sula, Hendrata Theis. “ Dua kasus ini juga masuk tahap penyelidikan,” katanya. (ko/red)
Komentar

Berita Terkini