|

Ditreskrimsus Belum Kantongi DokUmen BPK Tahun 2017



 
Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara,Kombes (Pol) Masrur
TERNATE BRN - DirektoraT Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut) mulai melakukan penyelidikan  kasus dugaan penyalahgunaan dana Bantuan OPrasional Sekolah (BOS) senilai Rp 22 miliar lebih tahun 2017, yang diduga melibatkan kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) Malut, Imran Yakub. Meksi begitu dalam penyeledikan belum menemukan dokumen Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

Direskrimsus Polda Malut Kombes (Pol) Masrur kepada wartawa Mengatakan, beberapa waktu kemarin kami telah melakukan penyelidikan, tetapi belum sidik untuk kasus Dana Bos."Saya belum dapat temuan kerugian dari BPK, dan nanti kami akan koordinasikan dengan BPK, kalau betul ada temuan tersebut" akaunya Selasa (08/01/2018).

Ia menuturkan, kalau ada temuan BPK, itu lebih bagus untuk percepat penyelidikan karena sudah jelas ada kerugian negara. Sehingga dijadikan rujukan untuk peningkatan penyeledikan lebih lanjut.

Di tanya soal temuan BPK dirinya mengaku belum menemukan temuan dari BPK " sejauh ini belum dapat dokumen BPK tahun 2017, dan nanti saya akan berkomunikasi dengan BPK"
Masrur menambahkan, untuk kasus ini sampai saat ini statusnya masih dalam tahap penyelidikan (Shl

Komentar

Berita Terkini