|

Wabup Halsel Harap Anak Negeri Mau Jadi Petani

ISWAN HASJIM
LABUHA, BRN - Kala ditengah petani Maluku Utara dihantui harga kopra kian tidak membaik, Wakil Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Iswan Hasjim justru berharap anak Maluku Utara (anak negeri) mahu menjadi petani.

Harapan ini tentu bukan satu solusi mengatasi anjloknya harga korpa saat ini merosot ke nilai terendah. Belum lagi Pemerintah Provinisi (Pemprov) Malut lambat mencari solusi mengatasi harga kopra, bahkan tidak sama sekali menghadirkan solusi.

Situasi ini sudah barang tentu membuat petani semakin tertekan, atau mungkin menjerit. Berdasarkan sidang tahunan Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara, di prediksi pertumbuhan ekonomi di Malut 2019 masih berkisar 7,8-8 persen. Angka bisa di bilang tidak berarti kalau nilai tukar petani (NTP) atau indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani tidak berbanding lurus.

NTP Maluku Utara (Malut) masih di bawah 100. Berdasarkan data Statistik (BPS) Malut NTP Malut pada September 2018 turun menjadi 0,47 persen dari 99,41 pada Agustus menjadi 98,94 September lalu. Secara nasional NTP menguat dari 0,59 menjadi 103,17 persen. Pelemahan ini karena turunnya NTP subsektor tanaman holikultuta sebesar 2,17 persen dan NTP subsektor peternakan sebesar 0,91 persen. 

Harapan Wakil Bupati (Wabup) Halmahera Selatan (Halsel) Iswan Hasjim itu disampaikan saat membuka acara Talk Show Ekspose Pertanian Bioindustri Kopi dan Kakao di Balai Penilitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITRO) Desa Marabose Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan, Selasa, (18/12). Rangkaian serimoni ini sekaligus penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Talk Show ini mengangkat tema "Membangkitkan dan Melestarikan Cinta Kopi Lokal Bacan".  

Serimoni yang motori Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Maluku Utara itu bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BALITBANGDA), Dinas Kehutanan Provinsi Malut dan Sekolah Tinggi Pertanian (STP) Labuha.

Wakil Bupati Halsel Iswan Hasjim,  Kepala Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumberdaya Genetika Pertanian, DR. Ir. Mastur, M.Si, Ketua BPTP Maluku Utara, DR. Ir. Bram Brahmantio, Kepala Balitbangda Malut Ir. Muliadi Wowor, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Halsel  Ir. Sofyan Bachmid, Wakil Ketua III STP Labuha Yudi Eka Prasetia, Kepala KPH Halsel Salam, Perwakilan Kesultanan Bacan Ir. Tufail Iskandar Alam, Perwakila Dinas Perkebunan, dan mahasiswa STP turut hadir dalam kegiatan.

Iswan Hasjim mengungkapkan, negara Indonesia adalah negara akan kaya sumber daya alam (SDA), salah satunya sektor pertanian. Di Halmahera Selatan menjadikan daerah penghasil komoditas unggulan, salah satunya tanaman kopi.

Iswan mengatakan, komoditas unggulan yang di hasilkan saat ini bisa memunculkan satu brand khas baru di Halsel dan nantinya mengisi produk dalam negeri bagi kemajuan Indonesia. Brand khas ini dinamani denagan nama kopi bacan. “ Inovasi dan keunggulan kopi bacan, yaitu kopi Liberika dan Robusta,” kata Iswan.

Karena itu, kata dia, masyarakat Halsel harus merubah pola pikir atau minsed untuk bagaimana memanfaatkan lahan dan bermimpi menjadi petani. Sebab menurut dia mimpi menjadi seorang pateni bukanlah sesuatu yang berat, karena realitas saat ini banyak orang hidup dari hasil bertani, namun tidak ada satupun anak-anak bercita-cita menjadi petani. “ Kalau  kita tanya kepada siswa TK sampai mahasiswa, apa cita - cita mereka pasti jawabnya tidak mau jadi petani, padahal hasil tani mampu menghidupi segalanya, termasuk menyekolahkan mereka,” katanya.

Kepala BPTP Malut, Bram Brahmantio berharap komoditas yang di hasilkan Halsel saat ini kedepannya dapat meningkatkan penjualan produk kopi dalam kemasan biji siap olah. Karena menuturnya, peluang ini bisa saja terjadi, mengingat kedepan orang tidak lagi menilai berapa jumlah yang di hasilkan, tetapi cenderung ke kepuasan.

“ Saya lihat kedepan orang tidak menilai sesuatu itu dari jumlahnya, tetapi akan menilai dari kepuasan. Inilah yang akan kita dorong kedepan di Bacan untuk menjadikan produk-produk spesifik, tidak hanya kopi saja, tetapi ada juga Kakao dan fanili,” pungkasnya. (bur/red)

Komentar

Berita Terkini