|

Putusan MK, AGK Kalahkan AHM di Pilgub Malut

Pertarungan Pilgub Maluku Utara Telah Usai
SOFIFI, BRN - Selesai sudah sengketa pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan hasil sidang Mahkamah Konstitusi (MK) Kamis (13/12) siang, pasangan calon Gubernur dan Wakil gubernur, KH. Abdul Gani Kasuba dan M Al Yasin Ali (AGK-YA) keluar sebagai pemenang mengalahkan 3 lawan politiknya, diantaranya, paslon nomor urut 1,  Ahmad Hidaya Mus-Rivai Umar (AHM-Rivai), Paslon nomor urut 2 Burhan Abdurahman-Ishak Jamaludin (BUR-JADI), paslon nomor urut 4, Muhammad Kasuba-Madjid Husen (MK-MAJU).

Pasangan yang di usung PDI-P dan PKP Indonesia ini peroleh 176.669 suara di susul pesaingnya AHM-Ravai 175.749 suara. Bur-Jadi 139.365  dan MK-Maju 63.902 suara. AGK-YA mengungguli 920 suara dari  rivalnya AHM-Rivai.

Meski memenangkan Pilgub Malut periode 2018-2023 tak membuat gubernur terpilih, Abdul Gani Kasuba (AGK) berbangga diri. Usai mendengar hasil sidang MK, AGK langsung sujud syukur di masjid baru kantor gubernur Malut. Ketaqwaan dan lapang dada AGK patut patuh di jadikan contoh. 

Gubernur terpilih KH. Abdul Gani Kasuba (AGK) mengatakan, kalah menang dalam sebuah pertarungan itu biasa. Namun yang memenangkan pertarungan tak mestinya gembira apalagi saling iri terhadap calon yang kalah. Kandidat Cagub dan Cawagub yang belum mendapat kesempat terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur masih mempunyai waktu mencalonkan diri.

AGK mengungkapkan, kemenangan dirinya hanya melanjutkan kepemimpinannya dan menyelesaikan program yang belum diselesaikan. “ Saya hanya melanjutkan, kandidat yang belum berkesempatan masih bisa mencalonkan diri kedepan karena usia masih muda. Saya hanya melanjutkan bukan memotong,” ungkapnya di masjid baru kantor gubernur, Kamis (13/12).

Gubernur Malut Tertilih Abdul Ghani Kasuba Bersama SKPD Sujud Syukur Atas Keputusan MK. 
Hasil akhir Pilgub Malut bukan sesuatu yang harus di banggakan. Tantangan dan cobaan baik yang menyedihkan maupun mengembirakan menguji kesabaran kita. Sebagai manusia sudah sepatutnya selalu berikhtiar kepada Allah SWT.

“ Kemenangan ini kemenangan rakyat. Lima tahun lalu masih banyak kekurangan program kerja, karena itu, di kesempatan kedua ini akan melanjutkan semua program kerja yang belum di selesaikan ”.

“ Infrastruktur, ekonomi, perikanan, pertanian termasuk kopra yang belum dapat distabilkan kita akan selesaikan semuanya. Khusus persolan kopra kita akan putuskan bersama-sama bupati dan walikota,”  kata AGK.

Dikatakan, sejak Pilgub hingga MK memutuskan pemungutan suara ulang (PSU) yang memakan waktu kurang lebih 8 bulan itu sangat melelahkan. Sebagai calon petahan selalu menjaga gaya komunikasi, karena pembicaraan yang tidak baik merupakan hak penuh rakyat.

AKG mengungkapkan, ia lebih memilih untuk mempersipak peresmian masjid berangkat ke Jakarta untuk menghadiri putusan. Ia mengaku fokus meresmikan masjid baru di kantor gubernur daripada menyaksikan dan menerima putusan di hadapan Mahkamah Kostitusi (MK). “ Dari semua kegembiraan, dari awal hingga akhir terpusat pada masjid kantor gubernur yang akan saya resmikan,” Katanya.

Ia berharap, pada semua simpatisan dan tim sukses AGK-YA dapat menyadari putusan MK merupakan pemberian yang maha kuasa dan tidak saling menuduh satu sama lain. Bagai dia,  kemenangan ini bukan sesuatu, melainkan hanya melanjutkan.

Terpisah, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) dan Protokuler Setda Maluku Utara, Muliadi Tutupoho mengatakan, putusan MK adalah putusan teringgi dan tidak bisa diganggu gugat. Apa yang diputusan MK semua harus menerima dan bersama-sama membangun Malut kedepan yang lebih maju.

Mantan ketua KPU Malut ini mengungkapkan, hasil sidang putusan MK selanjutnya di kembalikan ke KPU untuk melakuka pleno penetapan Gubernur dan wakil gubernur terpilih yakni AGK-YA. “ Nanati KPU Malut yang lakukan pleno, pasca putusan MK,” katanya. (tim/red)
Komentar

Berita Terkini