|

Polres Dituding Bubarkan Masa Tanpa Alasan Jelas



Bentuk Protes Terhadap Kebijakan Bupati Morotai. Massa aksi membakar Kerangka Mayat

MOROTAI,BRN
- Polres Pulau Morotai dituding membubarkan puluhan massa aksi dari Kecamatan Morotai Timur (Mortim) dan Kecamatan Morotai Utara (Morut) yang hendak menggelar unjuk rasa di kantor DPRD tanpa alasan yang jelas. 

Ini menyusul puluhan masa yang menumpangi mobil truk hendak berunjuk rasa di kantor DPRD, tiba-tiba ditengah-tengah jalan tepatnya di Desa Momojio di bubarkan oleh sejumlah polisi dari Polres Morotai.

"Kapolres harus memberi penjelesan terkait pembubaran masa aksi ini, "koar salah satu massa aksi, Udin Seba saat berunjuk rasa didepan kantor DPRD, Senin (3/12).

Orator lainnya, Fandi Latif jika pembubaran polisi terhadap masa aksi ini tidak segera dijelaskan, sudah dapat pastikan publik menilai terdapat trasaksional Bupati dengan Polres, sehingga Polres mengambil langkah dengan membubarkan masa.

"Pembubaran masa sudah terjadi keduanya kalinya, sebenarnya ada apa sehingga Polres membubarkan masyarakat yang hendak berunjuk rasa, "kesal Fandi.

Terpisah Kapolres Pulau Morotai, AKBP Mikail Sitanggang saat dikonfirmasi melalui sambungan WatsHaap membantah telah membubarkan masa aksi yang hendak berunjuk rasa tanpa alasan yang jelas.

"Maaf terkait massa aksi tidak ada kami lakukan pencegahan, namun lebih kepada penyelamatan massa aksi tersebut, mereka dibawa dengan truk/mobil pickup (baik terbuka) dimana kegunaannya hanya untuk mengangkut barang, sehingga kami tindak, karena itu pelanggar  Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalulintas, "tegas Kapolres. (Fix/red)

Komentar

Berita Terkini