|

Massa Aksi Tolak Perusahaan Tambang Pasir Besi



MOROTAI, BRN - Kehadiran PT Karunia Arta Kamilin (KAK) di Desa Lusuo, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai mulai mendapat penolakan. PT KAK rencananya mengeksploitasi pasir besi di Desa Lusuo.  

Penolakan ini diwujudkan dengan aksi protes. Ratusan masyarakat di desa itu mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Pemuda Lusuo Bersatu (Gempur). Mereka memadati pantai yang akan di keruk PT KAK. Mereka menilai kehadiran persuhaan tambang hanya menjadi bencana dan merusak lingkungan terutama membunuh biota laut di pantai sekitar.

Koordinator unjuk rasa, Kasmir Seba, dalam orasinya mengatakan, kehadiran PT KAK mengkeruk pasir besi di Morotai khususnya di di wilayah Desa Lusuo bukan jaminan mensejahterakan masyarakat, melainkan membawa bencana di tengah-tengah masyarakat.

“ Kami tidak butuh perusahan tambang beroperasi di wilayah desa kami, karena akan berdampak buruk kepada masyarakat bahkan merusak lingkungan,” ujarnya.

Langkah pemerintah daerah maupun pusat  memberikan izin perusahan PT KAK beroperasi mengkeruk pasir besi merupakan langkah merusak kehidupan masyarakat. Masyrakat Morotai khususnya di Desa Lusuo secara ekonomi masih bergantung dengan alam. “ Apa pun alasannya kami tetap menolak kahidaran perusahan,” tambahnya.

Kasmir menegaskan, seluruh masyarakat Des Lusuo telah bersepakat tetap menolak perusahan tambng beroprasi memgambil pasir besi di wilayah Desa Lusuo. “ Kami perlu tegaskan ke pemerintah daerah dan pusat kami tetap menolak, kami rela pertaruhkan nyawa kami jika pemerintah paksakan operasikan perusahan tambang di desa kami,” tandasnya.

Data yang dihimpun media ini, PT KAK telah mengantongi izin operasi sejak tahun 2010 silam dengan masa kontrak selama 15 tahun. Wilayah yang menjadi sasaran operasi mengkeruk pasir besi mulai dari tanjung gorango Kecamatan Morotai Utara, hingga pantai Desa Libano Kecamatan Morotai Jaya.  Area operasi PT KAK mengambil pasir besi seluas 2.300 ha. Eksploitasi mulai dari bibir pantai 20-800 meter. (tim/red)
Komentar

Berita Terkini