|

Isteri di Kampung, Menantu Cabuli Ibu Mertua

Ipda Agus Surya Darma
TERNATE, BRN - Ada-ada saja ulah Nursal Saleh alias SAL (35). Pria asal Tobelo, Halmahera Utara yang bekerja sebagai kuli bangunan ini nekat mencabuli ibu mertuanya sendiri Rahia Lule alias RL (46).

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu 17 Oktober 2018 lalu di kamar korban sekitar pukul 04:00 WIT di Kelurahan Toboko Kecamatan Kota Ternate Selatan. Saat itu RL (korban) mengenakan baju (daster) ungu bermotif batik tertidur pulas di kamarnya, SAL (pelaku) yang tak lain anak menantunya ini masuk ke kamar korban dan melakukan hal tak sapantasnya ia lakukan.  

Aksi nekat pelaku ini diduga sudah dikuasai nafsu. Insiden tersebut terungkap setelah suami korban membuat laporan polisi ke Polsek Ternate Selatan pada Rabu 17 Oktober 2018 saat itu juga. Berdasarkan hasil visum Et Repertum dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Malut yang di tandatangani Dr Reymon Parengkuan dengan nomor: R/624/X/2018 atas nama Ruhia Lule di temukan ada robekan lama pada selaput darah.

Dari hasil visum tersebut, penyidik/penyidik pembantu Polsek Selatan kemudian melakukan analisa kasus. Hasilnya, penyidik menemukan fakta-fakta tindak pidana pencabulan yang di lakukan SAL. Berdasarkan keterangan korban dan saksi-saksi yang di periksa, SAL terbukti melakukan tindak pidana pencabulan.

Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Ternate Selatan, Ipda Agus Surya Darma mengatakan, saat kejadian isteri pelaku berada di Tobelo, Halmahera Utara. Isterinya mengurus dua orang buah hati mereka yang masih kecil.

“ Isteri pelaku tidak ada di sini (Ternate). Isterinya ada di Tobelo, pelaku hanya mencari nafkah di Ternate,” kata Ipda Agus ketika di wawancarai wartawan di Polsek Ternate Selatan, Rabu (5/12).

Saat kejadian kata Ipda Agus, korban merasa ada orang yang menggerakkan kaki kanannya. Saat itu korban mengira dilakukan suaminya, korbanpun membiarkan.

“ Korban yang mengantuk sekali membiarkan karena berpikir itu suaminya. Begitu buka mata, korban kaget ternyata bukan suaminya,” katanya.

Atas perbuatan tersebut, pelaku dikenakan Pasal 289 KUHP Jo 53 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 9 tahun. (Am/red)
Komentar

Berita Terkini