|

Diduga Polisi Aniaya Haekal

PUKUL: Haekal Samlan saat di rawat di RSUD Morotai. Haekal menjadi korban aksi premanisme yang diduga dilakukan oleh oknum polisi saat berunjuk rasa di depan kantor DPRD Morotai

MOROTAI, BRN - Haekal Samlan terpaksa terbaring dan tak menyadarkan diri. Haekal menajdi korban aksi premanisme yang diduga di lakukan petugas kepolisian saat mengamankan unjuk rasa,  Koalisi Masyarakat Morotai Bersatu (KMMB) di kantor DPRD Morotai, Rabu (12/12).

Selain menghakimi Haekal, polisi juga diduga kuat merusak pengaras suara (Sound System) yang digunakan massa aksi. Saat itu Haekal dari dalam kantor DPRD menuju jalan raya, di saat bersamaan salah satu oknum polisi yang diketahui bertugas di Polres Morotai itu langsung mengikuti dari arah belakang. Tanpa banya tanya oknum polisi itu langsung melayangkan pukulannya tepat di leher Haekal.

Akibatnya, korban langsung jatuh tersungkur ke tanah dan tidak sadarkan diri. Menurut saksi mata, saat insiden pemukulan itu lakukan, korban hendak keluar ke jalan. Tiba-tiba salah satu oknum polisi menyerangnya dari belakang. Haekal langsung dilarikan ke RSUD Morotai untuk perawatan.

“ Dia (Haekal) keluar ke jalan, tiba tiba salah satu polisi dari belakang dan langsung pukul di panta talinga, Haekal langsung jatuh di aspal,” ucap salah satu saksi mata.

Aksi yang tak harus di peragakan seoran polisi itu dikecam Sekretaris KMMB, Fandi Latief.  Tindakan represif polisi itu patut dikecam. “ Kapolres Morotai harus bertanggungjawab, karena pendemo di perlakukan seperti binatang, kami mendesak agar Kapolda Malut segera copot Kapolres,” desak Fandi.

Kata dia, pemukulan semena-mena terhadap Haekal akan di tindak lanjut ke Komnas HAM. ” Oknum polisi yang melakukan pemukulan juga harus di proses secara hukum, kami juga minta Komnas HAM segera turun tangan,” pinta Fandi.

Terpisah, Kapolres Morotai, AKBP. Mikael Sitanggang dikonfirmasi namun nomor handphonenya tidak aktif. Pesan WhatsApp yang kirim belum di respon hingga berita ini di publis. (Fix/red)
Komentar

Berita Terkini