|

DPRD Morotai di Buat Geleng Kepala

Hearing KMMB dan DPRD Morotai di ruang paripurna DPRD, Senin (10/12).
MOROTAI, BRN - Unjuk rasa yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Morotai Bersatu (KMMB) kembali di lakukan, Senin (10/12).  KMMB mengatangi kantor DPRD Morotai untuk meyamapaikan tuntutan mereka.

Tak lama berunjuk rasa, massa aksi di panggil DPRD melakukan hearing. Dalam hearing para wakil rakyat ini dibuat geleng-geleng kepala, salah satunya Wakil Ketua II DRPD Morotai, Rasmin Fabanyo. Bermula ketika Wakil Ketua I DPRD Morotai, Ricard Samatara mengeluarkan perkataan diluar dugaan. Ricard menyebut dirinya tidak lagi berurusan lagi masyarakat.

Ucapan Wakil Ketua I itu mendapat anggapan yang tidak baik pula. Rasmin Fabanyo dengan lantang menyebut Ricard Samatara sudah meninggal dunia dan tidak sebagai DPRD.

“ Inna Ilaihi buat saudara Ricard Samatara. Seorang anggota DPRD berkata tidak mau lagi berurusan dengan masyarakat, ini ucapan yang salah,” ucap Rasmin dihadapan massa aksi saat hearing di ruang Paripurna DPRD, Senin (10/12).

Menurut Rasmin, sebagai anggota DPRD tidak pantas mengucapkan kalimat seperti itu. Seharusnya apapun yang terjadi  anggota DPRD harus komitmen untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.

Sementara salah satu masa aksi, Fadli Djaguna mengaku tidak habis pikir apa yang diucapkan Ricard, padahal yang bersangkutan kapasitasnya sebagai anggota DPRD. “ Baru pertama dan terjadi di Indonesia terdapat anggota yang bilang tidak mau berurusan dengan masyarakat,” kata Fadli.


Fadli mengancam bakal menyurat ke PDI-P Malut terkait ucapan Ricard Samatara yang melukai hati rakyat itu. “ Kami akan menyurat resmi ke PDI-P Malut sebagai bentuk mosi ketidak percayaan kami ,” ucapnya. (Fix/red)
Komentar

Berita Terkini