|

Desak Polda Malut Pecat Dua Oknum Polisi

KMMB saat berunjuk rasa di depan Polres Morotai, Senin (17/12)

MOROTAI, BRN - Koalisi Masyarakat Morotai Bersatu (KMMB) mendesak Polda Malut memecat dua oknum Polisi Polres Morotai berinsial SS dan FA. Mereka menduga kedua onkum Polisi yang bertugas di Polres Morotai menganiaya Haekal Samlan pada Rabu (12/12) lalu.

Desakan ini diwujudkan dengan aksi teatrekal didepan Polres Morotai, Senin (17/12). Menurut massa aksi, Polda Malut tidak memiliki alasan untuk tidak memecat SS dan FA. “ Tidak ada alasan, Polda harus memecat kedua oknum polisi ini karena telah melakukan penganiayaan terhadap massa aksi,” koar Bahrul Kurung saat berorasi.

Menurut Bahrul, tindakan yang dilakukan kedua oknum polisi ini telah bertentangan Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Republik Indonesia.  Dalam UU ini menjelaskan tugas pokok Polisi yaitu melundingi dan mengayomi masyarakat.

“ Kedua oknum polisi yang diduga menganiaya Haekal Samlan telah melanggar UU mereka sendiri. Untuk menjaga nama baik pihak Polda, keduanya harus di pecat karena usdah mencederai nama baik kepolisian,” tuturnya.

Ia juga meminta Polda Malut segera menurunkan Devisi Provesi dan pengamanan (Propram) ke Morotai menginvestigasi dugaan premanisme yang melibatkan SS dan FA. “ Jika kedua oknum polisi ini tidak segera di pecat, maka sebagai masyarakat Morotai akan keluarkan mosi ketidak percaya terhadap penegak hukum,” terangnya.

Tak hanya mendesak Polda Malut, mereka juga mendesak Presiden RI, Joko Widodo dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tjahyo Kumolo mengambil langkah mencopot Benny Laos sebagai Bupati Morotai. Menurut massa aksi, apa yang di alami Haekal Samlan (korban dugaan premanisme oknum polisi)  tidak lepas dari ulah Benny Laos. (Fix/red)
Komentar

Berita Terkini