|

Tawuran Antar Desa Telan Korban Jiwa


MOROTAI, BRN - Tawuran yang melibatkan dua desa di Kabupaten Morotai menelan korban jiwa. Perkelahian antara Desa Juanga dan Desa Pandanga ini mengakibatkan salah satu pemuda asal Juanga meninggal dunia.

Peristiwa naas itu terjadi Minggu (11/11) malam sekira pukul 1.00 WIT di Desa Momojiu, Morotai. Bermula ketika Faisal Kharie pemuda Juanga ini tangannya mengenai mata Umpi, pemuda asal Pandanga saat ronggeng. Tak terima matanya di colek, Umpi pulang ke desanya melaporkan kejidian tersebut ke teman-temannya.

Setelah mendengar kronologis yang diceritakan, Umpi bersama teman-temannya kembali ke Desa Momojiu tempat dimana pesta ronggeng di gelar. Tak banyak tanya, kawanan itu langsung menghampiri Faisal Kharie untuk mempertanggungjawabkan kelakuannya terhadap Umpi.

Aksi perkelahian tak dapat di tolak. Kawanan asal Pandangan yang di ketahui dibawah pengaruh minuman keras (miras) itu menyasar sejumlah pemuda asal juanga. Rifaldi Nyong yang tergabung dengan warga Desa Juanga tewas di tusuk Faisal Gafur (18) warga Desa Pandanga. Korban mengalami luka tusuk di dada bagian kiri itu sempat dilarikan ke kediaman Kepala Desa Totodoko, Kamsul Lating untuk diberi pertolongan, sayangnya nyawa korban tidak tertolong.

Dandy Dulla bersama sejumlah saksi saat ditemui di rumah duka di Desa Juanga tak menyangka akibat peristiwa tersebut menelan korban jiwa. Dandy mengatakan, pasca Faisal mencolek mata mata adiknya, Umpi dirinya lansung mengajak teman-temannya mencari Faisal menanyakan maksud dan alasan apa sehingga mencolek mata adiknya.

“ Tetapi baru di tanya, Faisal sudah pukul saya duluan dengan kursi di kepala, disitulah terjadi perkelahian,” kata Dandy.

Perkelahian berhasil di amankan warga yang berada dilokasi acara pesta. Dirinya dan teman lainnya lansung mengamankan diri di tempat acara. Sedangkan korban (Rifaldi-red) dan satu teman lainnya melarikan diri entah ke mana. “ Kami baru tahu dari orang-orang sekitar pesta bahwa teman kami jadi korban tikam oleh Faisal Gafur,” sambungnya.  

Terpisah, Kapolres Pulau Morotai, AKBP Mikail Sitanggang dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersbut. Kapolres mengatakan, saat ini pelaku penikaman terhadap Rifaldi sudah di tahan dalam sel tahanan Polres Morotai.  

“ Tiga pelaku sudah di tahan. Ketiga pelaku ini diancam pidana diatas lima tahun penjara,” kata Kapolres.

Mengantisipasi gesekan antar dua desa tersebut, pihaknya melakukan patroli secara intens untuk mengantisipsi aksi balas dendam. “ Polres sudah lakukan patroli ke desa yang terlibat. Di masing-masing desa sudah diturunkan Babhinkamtimas untuk memberikan pesan kamtibmas mengantipasi terjadinya aksi balas dendam,” katanya. (Fix/red)
Komentar

Berita Terkini