|

Polisi Amankan Satu Pendukung AHM-Rivai

Salah satu pendukung AHM-Rivai yang diamankan Polisi

TERNATE, BRN - Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara menolak rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas diskualifikasi Abdul Gani Kasuba dan M Al Yasin Ali (AGK-YA) sebagai kontestan Pilgub pada 8 November lalu, membuat kubu AHM-Rivai tak berdiam diri begitu saja.

Setelah sebelumnya melakukan aksi desakan terhadap KPU Malut agar secepatnya menganulir rekomendasi Bawaslu, Senin (12/11) siang tadi simpatisan dan pendukung AHM-Rivai kembali mendatangi kantor KPU. Kedatangan masa aksi kali ini untuk menanyakan alasan KPU tidak menganulir rekomendasi yang di maksud. Masa aksi dilengkapi sound sistem dan spanduk yang bertuliskan “Penjahat Demokrasi Maluku Utara”  yang didalamnya ada foto lima komisioner KPU Malut serta atribut lainnya. Salah satunya kertas karton bermuatan tulisan tangkap dan adili ketua KPU Malur cs, Syahrani penghianat demokrasi, dan Syahrani harus bertanggungjawan atas kegaduhan demorasi.

Pendukung AHM-Rivai saat memapangkan atribut aksi bertuliskan "tangkap ketua KPU Malut, Cs
Aksi yang diwarnai bakar ban bekas ini awalnya berjalan aman. Petugas polisi yang berjaga-jaga di lokasi aksi turut menyaksikan silih berganti orator menyampaikan orasi mereka. Kobaran api yang besar membuat kondisi saat itu memanas. Bentrok di penghujung aksi ini diawali dengan aksi tarik-tarikan ban bekas antara masa aksi dengan polisi. Kobaran api yang sebelumnya dipadamkan polisi membuat masa aksi tidak senang dan ngotot membakar kembali ban bekas.  

Saling kejarpun tak terhindarkan. Kondisi kian memanas setalah masyarakat setempat keluar dan menyerang masa aksi. Beruntung kericuhan dapat dilerai oleh polisi setelah mengarahkan water canon dan penembakan gas air mata. Ulah tersebut membuat kaca papan informasi KPU Malut pecah dan satu pendukung AHM-Rivai diamankan polisi.

Kabag Ops Polres Ternate, Ishak Tanlain mengatakan, penyebab terjadinya kericuhan dikarenakan masa aksi tak menerima ban bekas mereka diamankan polisi.  Ishak mengaku sudah menyarankan kepada masa aksi agar tidak membakar ban bekas saat aksi tetapi masa aksi tetap bersikeras membakar ban bekas.

“ Mereka bakar ban, setelah itu anggota mematikannya, tapi ternyata mereka dobol bakar ban lagi dan anggota biarkan. Setelah ban itu sudah habis, mereka mau tambah ban lagi, anggota datang ambil ban bekas itu tapi mereka tidak senang. Anggota langsung peluk dan mengamankan orang itu dan lainnya marah dan melempar kantor dan kacanya pecah sehingga itu kita bubarkan mereka,” kata Kabag Ops ketika ditemui wartawan di halaman kantor KPU Malut usai aksi.

Saat ini kata Kabag Ops, satu pelaku sudah diamankan polisi. Sementara pelaku pengrusakan kaca papan informasi KPU masih dalam pengejaran polisi. “ Pelaku yang lain kita tetap upayakan untuk diamankan,” tandasnya. (eko/red)
Komentar

Berita Terkini