|

PDAM Halut Target Tahun Depan Berkontribusi PAD

Ilustrasi

HALUT, BRN - Dalam berkontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) masih terganjal dengan aset bangunan sistem air bersih. Terganjalnya aset ini lantaran secara keseluruhan aset tersebut belum di serahkan ke PDAM oleh pemerintah pusat (Pempus). Ihkwal ini disampaikan Direktur PDAM Halut, Farid Iskandar kepada brindonews di ruang kerjanya, Selasa (6/11).

Menurut Farid, lambatnya penyerahan aset oleh Pempus ke PDAM Halut sangat berpengaruh pada pegelolaan dan pendapatan dalam berkontribusi PAD. Sejauh ini, kata dia, kontribusi PAD masih dalam bentuk pelayanan air bersih ke masyarakat. “ Tapi kalau semua aset sudah diserahkan, maka pengelolaan keuangan akan berbeda dari sebelumnya. Laporan keuangan akhir tahun pasti ada keuntungan (laba) yang dapat menunjang PAD,” katanya.

Farid mengatakan, saat ini tercatat sekitar 30 bangunan sistem air bersih yang dibangun oleh Pempus dan masih menjadi aset Pempus. Dari 30 aset bangunan sistem air bersih, Kementrian Keuangan (Kemenkeu) RI baru menyerahkan dua bangunan sistem air bersih ke Pemkab Halut.

“ Di tahun 2018 ini ada dua aset bangunan sistem air bersih yang diserahkan ke kami. Dua aset ini ada di Kecamatan Kao yang dibangun tahun 2014 silam,”  jelasnya.

Selain itu, lambatnya putaran air dalam penyuplaian juga berpengaruh pada putaran meteran pelanggan. Hal ini tentunya berpengaruh pada pendapatan PDAM dalam hitungan tiap bulannya.

Kendati begitu, Farid memastikan terus berupaya melakukan pembenahan pelayanan dan pengelolaan. Sehingga di tahun 2019 nanti sudah dapat memberikan kontribusi PAD ke Pemkab Halut. “ Melalui pembenahan ini kami berupaya memberikan PAD. Sehinga dalam belanja modal kesannya tidak hanya menerima, tetapi juga memberikan,” katanya. (Arthut/red)
Komentar

Berita Terkini