|

Kepala BNN Morotai: Ada Tujuh Anak Dibawah Umur Gunakan Zat Berbahaya

Kepala BNN Morotai, AKBP. A Indris

MOROTAI, BRN - Meski warga Desa Bere-bere Kecamatan Morotai Utara sudah melaporkan ke Badan Nasional Nartika (BNN) Kabupaten Morotai mengenai penggunaan zat berbahaya (lem abon) di kalangan pelajar, namun laporan atau aduan para warga itu sampai sekarang belum di tindaklanjtu pihak BNN Morotai.

Lambatnya penanganan aduan ini membuat warga di desa setempat mempertanyakan kinerja BNN Morotai. “ Kami datang untuk mengecek karena laporannya sudah satu minggu lalu tapi belum ada upaya tindaklanjut,” ucap salah satu warga yang meminta tidak disebutkan namanya, Rabu (7/11).

Menurutnya, mestinya pihak BNN bergerak cepat setiap laporan yang di laporkan. Jika laporan itu tidak ditindaklanjuti, publik pasti curiga sebenarnya ada apa sehingga BNN enggan menindaklanjuti laporan warga tersebut.

“ BNN Morotai terkesan ada anggaran baru mereka bekerja, kerjanya hanya sosialisasi. Seharusnya BNN harus bergerak cepat jika ada laporan warga seperti ini,” katanya.  

Terpisah, Kepala BNN Morotai, AKBP. A Indris dikofirmasi membenarkan adanya laporan yang dimaksud. Dia berjanji dalam waktu sudah menindaklanjuti laporan para warga itu. “ Sedua hari kami turun langsung ke Bere-bere,” katanya.

Orang nomor satu di BNN Morotai ini mengatakan, dari laporan yang di laporkan itu warga Desa Bere-bere itu diantaranya terdapat tujuh anak dibawah umur menggunakan zat berbahaya. Untuk mencegahnya, pihaknya menjadwalkan melakukan sosialisasi sekaligus mengidentifikasi zat berhaya hasil yang diperoleh.

“ Tahun lalu kami juga sudah pernah lakukan sosialisasi di Bere-bere, tapi anehnya masi saja terjadi. Untuk mengatasi persoalan yang terjadi, peran orang tua juga  sangat penting untuk mengatasinya,” terangnya. (Fix/red)
Komentar

Berita Terkini