|

Kemenag Halbar Berlakukan Simkah Berbasis Website

Contoh buku nikah yang dilengkapi code security

HALBAR, BRN -  Kementrian Agama (Kemenag) Halmahera Barat mulai berlakukan Sistem Informasi Menejemen Nikah (Simkah) berbasis website. Ini dilakukan guna menindaklanjuti program dari Kemenag RI.

Program Kemenag RI ini tidak sama sekali merubah bentuk akta atau buku nikah seperti sebelumnya. Program ini menambahkan bukti nikah dalam bentuk kartu kredit atau KTP memudahkan masyarakat sebagai bukti sah pernikahan saat bepergian.

Contoh surat izin menikah/Ilustrasi
Selain akurat bukti nikah, dalam aplikasi Simkah tersedia berbagai informasi mengenai pencatatan maupun pendaftaran nikah. Semuanya disajikan dalam bentuk tabel, statistik maupun grafik secara real-time. Demikian disampaikan Kepala Seksi  Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam Kemenag Halbar, Mochdar Mustafa saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (15/11).

Mochtar mengatakan, aplikasi Simkah yang diluncurkan Kemenag RI pada 8 Nevomber 2018 ini dapat dicontohkan seperti menabung uang di bank (buku tabungan dan ATM). Dimana, Simkah berbasisi website  dilengkapi code security atau kemanaan, barcode tersebut untuk memimalisir pemalsuan data dan munculnya buku nikah palsu.

“ Kalau misalnya di tabungan, kita ambil uang bisa lewat ATM, jadi tidak perlu ke bank. Begitu juga dengan Simkah. Aplikasi berbasis website/online  ini laporan data-data nihah terhimpun dan dapat dilihat secara real-time,” kata Moctar.

Saat ini, kata dia, aplikasi/program Simkah sudah di sosialisasi ke masyarakat melalui petugas Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (PPN) di tiap-tiap desa dari masing-masing kantor urusan agama (KUA) se-Halbar.

“ Di Halbar baru tiga kecamatan yang berlakukan Simkah. Yakni Kecamatan Jailolo, Jailolo Selatan dan Sahu. Sementara kecamatan lain belum karena terkendala jaringan internet,” katanya.

Mochtar mengaku, tiga kecamatan yang berlakukan aplikasi Simkah sudah di lengkapi printer buku nikah. Sedangkan printer kartu nikah (berbentuk e-KTP/ATM) belum di lengkapi. Untuk mengantisipasi kecamatan yang terkendala jaringan internet, saat ini  Kemenag RI sudah bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk pengadaan jaringan internet diwilayah yang belum terjangkau internet.

“ Adanya program Simkah selain memmudahkan masyarakat, juga mengantisipasi terjadinya manipulasi data. Misalnya ada masyarakat yang mahu menikah dan berkasnya belum lengkap, aplikasi Simkah dengan sendirinya menolak data yang upload itu,” akunya. (Yadi/red)
Komentar

Berita Terkini