|

Jainal Mus Dapat Asimilasi Kemenkumham

JAINAL MUS

TERNATE, BRN - Terpidana kasus korupsi pembangunan jembatan Wai Kolbota di Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Jainal Mus yang juga adik kandung tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ahmad Hidayat Mus (AHM) mendapat asimilasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Maluku Utara.

Pemberian asimilasi terhadap Jainal Mus (JM) yang juga warga binaan lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Ternate itu setelah menjalani/melewati ½ (satu per dua) masa pidananya di Lapas kelas IIA Ternate. Jainal Mus sendiri merupakan narapidana korupsi yang diputuskan oleh Hakim Tipikor pengadilan Negeri Ternate pada tahun 2013 silam.

Jainal Mus mendapat asimilasi selama satu tahun di panti sosial asuhan anak budi sentoso dan rumah sejahtera Dinas sosial Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal itu diungkapkan Kepala Lapas kelas IIA Ternate, Muji Widodo kepada wartawan di Lapas Kelas IIA Kelurahan Jambula, Selasa (20/11).

Muji mengatakan, asimilasi diberikan kepada Jainal berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI yang tertuang dalam rekomendasi surat penetapan Menteri Hukum dan Hak Asasi manusi RI nomor: M.HH-53.PK.01.04.04 Tahun 2018 atas nota dinas Direktur Jenderal Pemasyarakatan nomor PAS/241/X/2018 Tanggal 24 oktober 2018 tentang pemberian asimilasi kerja sosial narapidana.

“ Kepada narapidana yang telah melaksanakan program pembinaan dengan baik, maka perlu diberikan asimilasi kerja sosial. Pemberian asimilasi ini karena Jaenal telah memenuhi persyaratan subtantif dan administrasi dan sesuai rekomendasi,” kata Muji. 

Jainal Mus mendapat asimilasi pada 16 November lalu. Apabila JM selesai menjalani asimilasinya, maka yang bersangkutan akan bebas bersyarat.

Sementara itu, Jainal Mus ditemui wartawan media ini di Lapas kelas IIA Jambula Ternate mengakui sangat senang dan berterima kasih kepada Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) karena telah memberikan asimilasi kepada dirinya. “Saya sangat senang mendapatkan kabar gembira dengan mendapat asimilasi ini,” akunya. 

Dia juga mengaku, selama menjalani masa tahanan di lapas kelas IIA Ternate banyak mendapat pembinaan dari Kepala Lapas dan Kasi Binadik serta berbagai kegiatan kerja positif lainnya. (Shl/red)
Komentar

Berita Terkini