|

Jadi Eksekutor Pencuri, Lurah Dorari Isa Ditangkap Polisi

Dua Pelaku Pencuri di Bekuk Tim Resmob Polres Ternate


TERNATE BRN
- Dua pelaku pencurian di salah satu toko bangunan PT. Credo Karunia Jaya dengan inisial Tam (50) yang juga sebagai Lurah Dodari Isa Kecamatan Pulau Hiri bersama rekannya Ismit (31) berhasil di bekuk Tim Resmob Polres Ternate.

Kedua pelaku ditangkap di masing-masing kediamanya dan di hadiahi tima panas di bagian kaki, lantaran saat di bekukuk polisi, kedua pelaku melakukan perlawan,ungkap Wakapolres Kompol Jufri Dokulamo di dampingi Kasat Reskrim Polres Ternate AKP Randhir press releasenya di Mapolres Kamis (15/11/2018).

Kata dia, modus yang di lakukan kedua pelaku ini, dengan cara merusakkan gembok pintu utama toko dengan menggunakan Linggis, kemudian pelaku membongkar pintu ruangan brangkas dan langsung membobol brangkas alhasil kedua pelaku berhasil mencuri uang senilai Rp. 155.343.00.

Peran dari kedua pelaku dalam menjalankan aksinya, (Tam) berperan sebagai eksikutor yang masuk kedalam toko, sedangkan rekannya Ismit yang mengawas dari luar toko. Setelah melakukan penyelidikan di rumah pelaku inisial TAM ini. Tim penyelidikan menemukan dua tanda pengenal di rumah pelaku, dan atas nama pelaku dari Badan Nasional Narkotika dan Komisi Pemberantasan Korupsi" ungkap Jufri/

Kejadian pada 12 November lalu, sekitar 19:45 wit, dan jangka satu hari (23/11) kedua langsung di bekuk Tim Resmob polres Ternate, Tam yang sebagian lurah aktif ini di amankan di kediamannya di kelurahan tobenga sedangkan rekanya Ismit, di kelurahan jati" kata Lanjut Jufri, Untuk Barang Bukti (BB) yang kami amankan, uang tunai Rp. 15.000.000 Dan hasil curian di belanjakan satu unit sepeda motor RX king, satu unit telivisi, satu unit mesin cuci, tiga unit HP berbagai merek milik pelaku, dan satu unit mobil Avanza yang di bawa Pelaku saat melakukan aksinya.

Jufri menambahkan, untuk dua identitas dari pelaku ini, yang membawa dua instansi Masi kami selidiki, dan kami melakukan pendalaman apakah pelaku melakukan kejahatan dengan modus-modus lain, pelaku bukan pegawai dari kedua instansi tersebut dan kami menaru dugaan kuat pelaku kalau bukan melakukan pemeriksaan, atau pemerasan.

"Kedua tanda pengenal pelaku membuat sendiri, di cetak dari tempat pencetakan Dan semua ini Masi kami lakukan pedalaman, "Untuk pasal yang di kenakan kedua pelaku, di jerat dengan pasal 363 subsider pasal 362 KHUP Pidana, dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara" tegas Jufri (Shl/red)

Komentar

Berita Terkini