|

Hasil Nihil, Wabub Morotai Nilai Passing Grade Beratkan Peserta

Peserta tes CPNS bersiap-siap mengerjakan soal. Foto: google (Ilustrasi)
MOROTAI,BRN - Hari pertama tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Morotai belum berbuah hasil. Tes berlangsung selama lima sesi di SMPN 1 Morotai terdiri dari 275 peserta itu tidak  satu peserta CPNS yang lulus.

Nihilnya hasil tes CPNS ini di tanggapi Wakil Bupati Morotai, Asrun Padoma. Menurutnya, ketetapan passing grade atan nilai ambang batas yang di terapkan pemerintah pusat (Pempus) sebagai syarat utama kelulusan sangat memberatkan para peserta tes.

Penerapan nilai ambang batas ini tentunya sangat tidak berbanding lurus dengan pelaksanaan tes CPNS di Papua. Orang nomor dua di lingkungan Pemkab Morotai ini beranggapan Maluku Utara khususnya di Morotai masih menerapkan sistem seleksi manual sama halnya di Papua. “ Di Papua tesnya masih sistem manual. Seharusnya di di Morotai juga menerapkan hal yang sama,” ucap Wabub saat memantau jalannya tes di ruangan SMPN 1 Morotai, Selasa (6/11).

Wabup mengatakan, kebijakan Pempus membuka seleksi atau tes CPNS bagian dari mengurangi angka pengganguran. Akan tetapi passing grade atau nilai ambang batas sebaimana syarat utama kelulusan justru memperbanyak produksi pengangguran terutama di daerah.

Apabilan tesnya tidak di topang dengan hasilnya maksimal, Pemkab Morotai bakal berkordinasi dengan Pempus agar dapat membijaki passing grade yang dinilai memberatkan itu. “ Jika perlu di hitung berdasarkan rangking tertinggi dalam perolehan nilai,” katanya.

Pempus, kata Wabub, harus mempertimbangan passing grade yang terapkan saat ini. Sehingga tidak berpangruh pada kouta/formasi yang disetujui masing daerah tidak mubajir atau membiarkan kosong tanpa penghuni bagitu saja.

“ Bila lima tahun ke depan dibuka tes lagi, maka sudah pasti terdapat orang yang tidak bisa lagi ikut tes, karena sudah lewat usia, padahal mereka sudah matang dalam bekerja,” katanya.

Data yang dihimpun brindonews pada hari pertama tes CPNS di Morotai, sebanyak 275 peserta dari satu sesinya terdiri dari 55 peserta tidak ada satu peserta yang lulus seleksi/tes dari total 951 peserta tes. (Fix/red)
Komentar

Berita Terkini