|

Hanya Persoalan Sepeleh, Bupati Ancam Nonjob Kepala BKD dan Asisten II


MOROTAI,BRN - Sikap arogansi pimpinan terhadap bawahan saat ini mulai di pertontonkan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai. Bagimana tidak, hanya persoalan sepeleh Bupati Morotai, Benny Laos mengancam bakal memecat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Rina Ishak dan Asisten ll, Alexsander Wernasubun. 

Kepala BKD Morotai Rina Ishak
Aksi ancaman pemecatan ini di tenggarai. Bupati berang dengan sikap Kepala BKD dan Asisten II  yang terkesan cuek dengan printahnya yang memerintahkan kedua bawahannya ini, untuk buat Surat Keputusan (SK) mutasi terhadap seluruh pegawai di bagian Humas dan Protokoler di di Desa Sopi, karena dianggap tidak maksimal menjalankan tugas dengan baik.

SK yang diminta Bupati sebenarnya sudah selesai dibuat pihak BKD, tapi sayangnya terlambat ditandatangani Asisten II. Bupati lansung naik pitam dan memerintahkan Kabag Hukum dan Protokoler, Akri Y Wijaya untuk segera membuat SK nonjob terhadap kedua pejabat tersebut. 

 Kepala BKD, Rina Ishak saat dikonfirmasi membenarkan persoalan yang di maksud, bahkan dirinya mengakui, bahwa bukan saja seluruh pegawai dibagian Humas dan Protokoler saja yang di mutasi, tapi SK nonjob dirinya dan Asisten II juga sudah dibuat, tinggal ditandatangani Bupati. "SKnya nonjob sudah ada, tinggal diteken Bupati, "ucal Rina saat disambangi di ruang kerjanya, Selasa (13/11). 

Disentil alasan apa sehingga Bupati menonjob dirinya dan Asisten II, dirinya mengaku bahwa,  lantaran keterlambatan pembuatan SK mutasi seluruh pegawai di Bagian Humas dan Protokoler.

"Bupati tanya saya, jika SK yang diminta sudah selesai dibuat sudah dikasih tandatangan ke Asisten II, saya jawab sudah dikasih, tapi Asisten II belum berani tandatangan. Karena beliau (Asisten) bilang selaku pembina Kepegawaian di pemerintahan morotai masi mempertimbangkan,”ucapnya. 

Disentil lagi alasan apa sehingga Bupati printahkan dirinya untuk membuat SK kepada seluruh pegawai di bagian Humas dan Protokoler, dirinya membeberkan, bahwa pegawai dianggap tidak maksimal dalam bekerja. ”Dengan adanha masalah ini, sehingga Bupati mara dan memerintahkan saya untuk buat SK mutasi,”terangnya.(Fix/red)


Komentar

Berita Terkini