|

Hanya Enam Orang Yang Lulus, 239 Kouta CPNS Kosong

Rina Ishak

MOROTAI, BRN - Tahapan seleksi atau calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Morotai usai sudah. Dari 889 peserta yang berkompetisi selama empat hari hanya enam orang yang mencapai passing grade atau nilai ambang batas yang di tetapkan Badan Kepagawaian Negara (BKN).

Hasil ini tentunya berpengaruh pada kouta CPNS yang di terima yaitu 245. Pemkab Morotai sendiri akan kekosongan kursi kouta Aparatur Negeri Sipil (ASN) kurang dari 239 kursi. Enam orang yang lulus tes kompetensi dasar (TKD) ini semuanya berasalah dari luar Maluku Utara. Satu orang dari Manado Sulawesi Utara, tiga orang dari Sulawesi Selatan, satu orang dari Sumatera Selatan, dan satu orang lainnya berasal dari Pulau Jawa.  

Ke enam orang tersebut diantaranya Irmawati Tangka, Supriyono, Ade Tri Wahyuni, SKM, Minarti, Haripin, dan Roy Ryanto Pratama. Irmawati (warga Manado) berprofesi dokter gigi di Puskesmas Sopi Kecamatan Morotai Jaya ini memperoleh skor  nilai 311 dengan rincian TWK 85, TIU 80 dan TKP 146. Supriyono (warga Cilacap) bertugas sebagai perawat di RSUD Morotai meraih skor nilai 343 dari TWK 95, TIU, 95 dan TKP 153.

Sementara Ade Tri Wahyuni, SKM (Sumatra Selatan) yang bekerja di Puskemas Sopi Morotai Jaya ini meraih total nilai 325 meliputi TWK, 90 TIU, 90 dan TKP 145. Sedangkan dua orang lainnya yakni Munarti dan Haripin masing-masing meraih nilain 336 dan 328.

Kosongnya putera/putri daerah yang lulus seleksi tahap II CPNS kali ini mengundang empati  Kepala Badan Kepegawaian  Daerah (BKD) Pulau Morotai, Rina Ishak. Dia mengatakan, dari enam peserta yang dilulus nilai ambang batas diantaranya lima orang formasi kesehatan dan satu orang formasi teknis. “ Sangat disayangkan, putra putri daerah dari Morotai  tidak ada satu pun yang lulus,” ujarnya.

“ Tahapan selanjutnya, kita masih menunggu jadwal dari BKN pusat. Dan sementara Pemkab Morotai menyurat ke Panselnas meminta petunjuk selanjutnya,” tambah Rina. (Fix/red)
Komentar

Berita Terkini