|

Berhasil Amankan Pilkada, Polda Malut Dapat Apresiasi Dari Anggota DPR-RI

Kuker Komisi III DPR-RI masa reses persidangan I tahun sidang 2018-2019 bidang hukum HAM dan keamanan di Polda provinsi Malut.
TERNATE, BRN -  sepuluh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Komisi III Bidang hukum dan Keamanan telah memberikan apresiasi terhadap kinerja Polda Maluku Utara (Malut) dalam pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Apresiasi tersebut diberikan saat anggota DPR-RI menggelar reses dengan Polda Malut. Rabu (01/11/2018)

Wakil ketua DPR-RI Komisi III Erma Suryani Ranik dari Fraksi Partai Demokrat usai Rises kepada Awak media Kamis (01/11/2018) mengatakan kami sangat apresiasi kinerja Polda Malut dalam pengamanan Pilkada 2018. Dimna Pilkada Malut yang dihelat beberapa hari kemarin dapat berjalan aman dan damai meskipun berakhir di meja Mahkamah Konstitusi ((MK) 

" Konsen kami komisi III DPR-RI adalah laporan dari Pilkada Malut yang Pro dan Kontra. Sebanyak 17 provinsi di Indonesia serentak melaksanakan Pilkada, 16 provinsi berjalan aman dan lancar, dan sekarang sisa pilkada di Malut, Sebagai wakil pimpinan komisi III, saya yakin, pak Kapolda punya komitmen yang tinggi, sehingga Pilkada berlangsung  damai, hingga putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nanti " katanya sembari memuji Polda Malut.


Menurutnya, meskipun putusan MK tidak bisa di tebak, siapa yang akan memenangkan Pilkada Malut, akan tetapi tugas polisi tetap menjaga keamanan dan ketertiban sehingga tidak terjadi konflik antara warga. " Polisi tidak bisa bekerja sendiri, tokoh-tokoh masyarakat juga diharapkan jangan  mempolitisasi keadaan tetapi harus membantu aparat kepolisian, " harapnya.

Sementara Saiful Bahri Rurai anggota Komisi III Dapil Maluku Utara (Malut) dari Fraksi Golkar juga menyatakan sedikit berangkat dari pengalaman pada saat Pilkada yang lalu sampai Pilkada  2018 yang baru saja selesai dihelat, tidak ada konflik yang sampai mengakibatkan pertumpahan darah.  

" jika kita memyentil Pilkada Malut yang telah lalu, memang ada permasalahan yang tidak jauh berbeda dengan Pilkada 2018. Bahkan Pilkada yang yang lalu telah menyusahkan Pilkada yang paling terlama di Indonesia, " cetusnya

Kami dari Komisi III sangat memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polda Malut yang mampu menjaga keamanan  dalam Polkada walaupun kami menanggapi laporan bahwa seakan akan Polda  itu tidak netral, tetapi kami sangat yakin dan percaya Polda Malut tetap melaksanakan tugas dan tanggungjawab sesuai dengan koridornya.

" Pilkada Malut Relatif aman dari Pilkada yang lalu-lalu, 19 tahun Pilkada Baru kali ini Pilkada yang teraman di Malut," tuturnya

Terpisah Kapolda Malut Brigjen Pol Naufal Yahya Usai reses dengan anggota DPR-RI  memberikan ucapan terimakasih atas kehadiran anggota DPR-RI Komisi III, di Malut, Karena selama ini anggota DPR-RI hanya mendengar laporan dari sepihak saja, tetapi dengan kehadiran mereka di Malut kami  juga bisa memberikan laporan  kami terkait dengan permasalahan yang terjadi di Pilkada Malut.

" Perlu diketahui, kami dari Polda Malut sedikitpun tidak berkonflik dengan sala satu pasangan calon (Paslon), yang jelasnya kami hanya menjaga keamanan dalam Pilkada agar tidak terjadi pertumpahan darah, " jelasnya.

Lanjut dia di hadapan anggota DPR-RI bahwa Polda Malut hanya memastikan tidak ada konflik dalam pilkada Malut, bahkan kami meminta kepada KPU, Bawaslu, serta pihak-pihak lain agar tetap bersinergi menjaga keamanan untuk Maluku Utara yang lebih baik ," tutup Naufal (Shl)

Komentar

Berita Terkini