|

Aksi Protes Tolak Kepsek Baru



TERNATE, BRN - Sejumlah orangtua wali murid dan guru SDN 48 Akehuda Kota Ternate Utara menggelar aksi protes menolak kehadiran Kepala Seklah (Kepsek) baru yang ditunjuk memimpin di sekolah itu.

Selain aksi protes menolak kedatangan Kepsek baru, para guru dan orangtua wali murid juga membawa spanduk yang bertuliskan menolak Kepsek baru. Mereka menuntut Kepsek yang memimpin SDN 48 bukan dari luar sekolah.

“ Aksi ini karena kami tolak Kepsek dari luar SDN 48,” kata koordinator aksi, Indri Mahani, Kamis (15/11).

Menurut Indri, bukannya mereka tidak suka kedatangan Kepsek yang baru. Tetapi pergantian jabatan Kepsek harus dari dalam SDN 48 sendiri. “ Apalagi sudah mau memasuki  ujian. Guru-guru disini juga sudah layak menjadi kepala sekolah, kok kenapa ambil dari luar,” katanya.

Alasan mereka tetap mempertahankan Kepsek sebelumnya yaitu Malik Umanailo karena sangat berjasa bagi peserta didik. Selain berjasa, berkat tangan dingin dan kerja keras Malik berhasil membawa SDN 48 lolos akreditasi dengan nilai A.  

Meski begitu, para guru dan orangtua wali murid ini tidak menyoalkan pergantian Kepsek baru. Mereka meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Ternate masih mempertahan Kepsek lama sebagai tenaga pengajar/guru di SDN 48.

“ Walaupun Kepsek yang lama ini sudah di ganti, tapi kami minta agar masih bisa mengajar di sini,” pinta Indri.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurlaila Syarif mengatakan, sekolah adalah sarana pendidikan yang ada kaitannya dengan kebijakan penempatan guru. Sehingga itu pergantian/pemindahan guru bukan hal krusial yang di polimikkan.

“ Tentu saja kita sebagai masyarakat tidak langsung menyimpulkan dengan di gantinya Kepsek yang baru akan menjadi keburukan bagi sekolah tersebut. Kita juga harus mengedepankan etika  dan berpikir yang positif,” kata Nurlaila yang juga Ketua Bapemperda itu.

Di hadapan para guru dan orangtua murid, politisi NasDem ini menjelaskan, pergantian unsur pimpinan sekolah sudah dilakukan evaluasi sebelum mengganti pimpinan lama. Roling jabatan atau mengganti unsur pimpinan di setiap sekolah sudah menjadi tanggungjawab Dikbud Kota Ternate.

“ Sekolah tidak boleh di giring ke hal yang bersifat politik. Karena intinya aksi protes ini yang rugi adalah peserta didik termsuk orangtua wali murid dan guru-guru juga,” katanya. (am/red)
Komentar

Berita Terkini