|

Aksi Kenaikan Harga Kopra Jilid Tiga, 12 Mahasiswa Diamankan

Aksi unjuk rasa di kediaman gubernur Malut, 12 mahasiswa berhasil diamankan
TERNATE, BRN - Aksi unjuk rasa tuntutan kenaikan harga kopra jilid III oleh ratusan mahasiswa kembali mendatangi kediaman gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut)  menuntut kepada gubernur Malut KH. Abdul Gani Kasuba (AGK) agar segera menaikan Harga Kopra.

Aksi unjuk rasa oleh ratusan mahasiswa berakhir Ricuh tepatnya di jalan kapitan Pattimura Kelurahan Kalumpang kecamatan Kota Ternate Tengah pada Kamis (29/11/2018).

Sebelum Ricuh, masa aksi bersama gubernur Malut melakulan hearing terbuka kemudian medesak kepada gubernur menindaklanjuti tuntutan untuk menaikkan harga kopra dan pendatanganan nota kesepahaman  MOU antara kordinasi aksi dengan gubernur Malut di depan masa aksi.

setelah melakukan hearing, gubernur meninggalkan masa aksi, tiba-tiba ada lemparan batu dari tengah-tengah masa aksi kepada pihak keamanan. pihak keamanan pun mengambil langkah tegas untuk membubarkan masa aksi dengan  menyemprotkan air dari Water Canon dan di susul dengan tembakan gas air mata.

Dalam ricuhnya aksi tersebut, alhasil sebanyak 12 mahasiswa yang di duga sebagai provokator di amankan anggota Polres Ternate.

Kapolres kota Ternate AKBP Azhari Juanda kepada awak media Mengatakan, dalam pengamanan aksi ini berhasil di terjunkan 600 personil gabungan, dari Polda Malut dan Polres Ternate

" Awalnya aksi tuntutan menaikan harga kopra berjalan dengan dengan lancar, namun ada sedikit insiden ketika pak gubernur bertemu dengan masa aksi, setelah pak gubernur pergi, tiba-tiba ada lemparan batu dari arah masa aksi, ke petugas kepolisian " katanya.

Menurutnya, kejadian seperti ini berulang kali terjadi dalam unjuk rasa maka kami lakukan penindakan tegas dengan menyemprotkan air water Cannon dan di susul dengan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa

" untuk mahasiswa yang di amankan, kami akan melihat instruksi persoalan tindakan mereka, karena ada aturan-aturan hukum yang mengatur itu, dan kami tidak bisa langsung menahan,  sementara kami Masi melakukan interogasi, " ujarnya

Dalam kejadian tersebut, dirinya meminta maaf kepada seluruh masyarakat khususnya di kelurahan Stadion yang ikut terkena tembakan gas air mata,

"Saya selaku Kapolres ternate, saya minta maaf kalau ada masyarakat yang terkena gas air mata yang membuat mata masyarakat pedih " Tutup Azhari (Shl)

Komentar

Berita Terkini