|

Akademisi Sebut, Kasus Dana Bos Bisa Masuk Kategori Pencucian Uang



Foto Ilstrasi ,Uang Tunai
TERNATE, BRN – Perpindahan anggaran Bantuan Oprasional Sekolah senilai Rp 22 miliar dari rekening daerah ke rekening bendahara dinas Pendidikan dan Kebudyaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara  tahun 2017 dengan nomor. 150xxx-xxx-xx sudah masuk kategori pencucian uang.
 
Yang paling aneh dari anggaran senilai Rp 22 miliar saat di kroscek ternyata menjadi Rp 37 miliar, ini menjadi tanda tanya, pada rekening Tabungan Bisnis Mandiri atas nama Bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Malut tersimpan dana lain sehingga saldo akhir pada tanggal 29 desember 2017 senilai: Rp. 37.276.592.355.00., ungkap Dosen Hukum Unkhair Abukader Bubu Kepada brindonews.com di caffe Djarod Rabu (8/10/218).

Kata dia, di dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu dana bos yang dipindahkan senilai Rp 22 miliar lebih akan tetapi kenapa meningkat menjadi Rp 37 miliar, itu artinya ada sesuatu yang salah di rekening tersebut, karena uangnya bertambah, ini bisa di katakana ada dugaan menguntungkan diri sendiri melalui dana BOS, belum lagi bunga dari anggaran Bo itu kemana. Pertambahan uang yang tidak tau subernya dari mana itu bermakan korupsi.

Menurutnya, alasan dinas atas perpindahan dana bos itu karena sudah masuk akhir tahun, itu alasan yang mengada-nagada oleh kadikbud Imran Yakub. Harusnya direncanakan dari awal, memang dikbud selama ini memeng sengaja memainkan dana bos sebanyak itu.

Perlu ditelurusi tambahan uang yang ada direkening bendahara dinas dari mana, bisa diduga ada pungutan-pungutan liar yang sengaja di tampung untuk memperkaya dinri sendiri.

Sangat aneh dimana dana BOS tahun 2017 sebesar RP. 22.841.820.000,00 dipindahkan atau ditransfer pada tanggal 29 Desember 2017 dari rekening Penampung Dana BOS dengan nomor rekening : 150xx-xx-xx dalam bentuk Giro atas nama Bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Malut ke rekening Tabungan Bisnis Mandiri atas nama Bendahara Dinas pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Malut nomor rekening .15000-1308464-3. Dan selanjutnya pada tangga! 1 januari 2018 dana BOS sebesar Rp. 22.841.820.000,00 tersebut dipindahkan kembali ke rekening Penampung dana BOS nomor rekening : 150xx-xx-xx dalam bentuk Giro atas nama Bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Malut, sangat melanggar aturan. (tim/red)


Komentar

Berita Terkini