|

40 Bandar Narkoba di Ringkus Polisi


Para tersangka dihadirkan dalam jumpa pers (Foto: dok. Polres Bogor)
BOGOR - Sebanyak 40 (empat puluh) bandar narkoba diringkus Jajaran Polres Bogor dalam Operasi Antik Lodaya 2018. Dalam operasi tersebut Polres Bogor berhasil mengungkap 29 kasus penyalahgunaan narkotika.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/11/2018) menyebutkan, tak hanya menetapkan 40 orang tersangka. Dalam Operasi Antik Lodaya 2018 dilaksanakan sejak 23 November 2018 itu ada berbagai jenis barang bukti (babuk) dari 29 (dua puluh sembilan) ikut di amankan. 

“ Barang bukti dari 29 kasus ini terdiri atas berbagai jenis narkotika, di antaranya sabu 20,95 gram, ganja kering 55,30 gram, sinte 11, 99 gram, obat Heximer 1.158 Butir, Tramadol 104 butir, dan trihexyphenidyl 22 butir,” kata AKBP Dicki seperti di kutip di detikNews.

Jumpa pers Polres Bogor (Foto: dok. Polres Bogor)
Selain meringkus 40 bandar narkotika dan mengungkap 29 kasus, kata AKBP Dicki, ada salah satu kasus lain yang diungkap adalah lahan pembibitan ganja seluas 300 meter persegi. Lahan ganja ini bersembunyi di lahan Perhutani di wilayah kaki Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“ Dari lahan ganja tersebut ditangkap dua orang pria berinisial RH (47) dan AS (29). Kedua Pelaku ini menyalahgunakan lahan milik Perhutani untuk dijadikan lahan penanaman pohon ganja,” kata Kapolres Bogor.

Dari kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain 122 bungkus tanah dalam plastik polybag yang berisi bibit ganja, 3 batang pohon ganja berukuran sedang dalam pot, 7 buah kecambah ganja dalam pot, 11 badang pohon ganja dalam plastik polybag, 5 rol plastik polybag, pupuk urea, hingga peralatan pertanian.

Lokasi pengungkapan kasus (Foto: dok. Polres Bogor)
Selain itu, Satuan Narkoba Polres Bogor mengungkap lahan katinon seluas 50 meter persegi di lahan Perhutani di tengah hutan kaki Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Dalam kasus ini, polisi menangkap seorang pria berinisial S (85). Dari lokasi, polisi menyita 227 batang tumbuhan jenis katinon.
Terhadap para tersangka dikenakan pasal pengedar, Pasal 114 (1), 112 (1) (2), 111 (1) (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto LN Permenkes No 20 Tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Seluruh tersangka terancam hukuman pidana penjara minimal 8 tahun maksimal 15 tahun atau penjara seumur hidup denda minimal Rp 1 miliar.

“ Sampai saat ini Sat Narkoba Polres Bogor berkomitmen terus berupaya maksimal dalam menyelamatkan masyarakat dan korban penyalahgunaan narkoba serta berupaya memberantas jaringan edar gelap narkoba, baik dalam bentuk kegiatan preventif maupun kegiatan penindakan (represif), terhadap jaringan para pelaku edar gelap narkoba di wilayah Kabupaten Bogor," ucap AKBP Dicky. (brn/dtk)
Komentar

Berita Terkini