|

Tiga CPNS Lulus Tes SKD


Sekda: "Kuota CPNS Akan Hangus"
Sekda Malut, Muabdin Hi. Rajab
SOFIFI, BRN - Tes tahap II calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Malut resmi di helat. Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) selama dua hari itu diikuti sebanyak 1.500 peserta. Dalam tes SKD CPNS, para peserta mengerjakan soal menggunakan sistem CAT. Dengan kata lain, setelah peserta selesai mengerjakan soal, hasil atau nilai setiap peserta secara otomatis muncul di layar komputer.  
Untuk lulus seleksi SKD sendiri, peserta perlu mencapai passing grade atau ambang batas nilai. Tes itu terdiri atas tiga kategori yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dengan nilai ambang batas yang berbeda-beda menurut jenis formasinya.
Di Malut sendiri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara menerima sedikit 378 kuota/formasi CPNS tahun ini. Selama dua hari pelaksanaan tes SKD, hanya tiga peserta/orang diumumkan lulus atau mencapai ambang batas nilai (passing grade) dari 1.500 peserta yang mendaftar. Tidak lulus peserta CPNS secara masal ini bukan tidak mungkin akan berdampak pada kouta serbanyak 378 kuota.
Sekretaris Daerah (Sekda) Malut, Muabdin Hi. Rajab memastikan hasil ini berdampak pada kouta  yang diberikan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Tidak terpenuhinya kuota pada tes SKD kali ini membuat Pemprov tidak bias berbuat apa-apa. “ Kuota yang diberikan oleh pusat kepada kita akan hangus, karena tidak kouta dan hasilnya tidak sesuai,” kata Muabdin saat ditemui di Kantor Gubernur Maluku Utara, Senini (29/10).
Muabdin menegaskan aturan tes CPNS tidak bisa diotak atik lagi karena sudah menjadi  aturan tetap. Itu sebabnya, Pemrov Malut tidak kata “bantu” melalui upaya atau kebijakan Pemprov. “Jelas kita tidak bisa bantu, apalagi saat ini kita sangat berhati hati dengan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN),” tandas Muabdin yang juga selaku ketua CPNS Provinsi Malut.
Hal serupa juga dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daera (BKD) Provinsi Maluku Utara, Idrus Asagaf. Idrus mengaku, menyebutkan rendahnyha hasil lulus CPNS provinsi sudah tidak dapat diganggu-gugat. Dengan menggunakan sistem CAT, kelulusan berada di tangan peserta bukan mengharapkan bantuan dari pihak luar (orang dalam).
“ Setiap sesi diikuti 750 Yang ikut setiap harinya dan yang lulus kemarin hanya 3 orang. Di sesi ke tiga (hari ini) belum ada yang lulus. Semuanya tergantung tiap-tiap peserta tes,” katanya. (Rs/red)
Komentar

Berita Terkini