|

Sempat di Filipina, Dua Nelayan Morotai di Pulangkan

Pose bersama kedua nelayan yang hilang dan bupati, Benny Laos di bandara Pitu, Senin (1/10/2018).

MOROTAI, BRN - Setelah sebelumnya dikabarkan hilang pada 26 Agustus 2018, kedua dua nelayan asal Morotai yaitu Rustam Tatapa dan Makmur Ngentre akhirnya dipulangkan di kampung halaman mereka di Desa Goroua, Kecamatan Morotai Utara (Morut). Keduanya dikabarkan hilang saat memancing ikan tuna diperairan Morut. Kedua nelayan ini ditemukan kapal penampung ikan asal Filipina setelah dua pekan terbawa arus dan gelombang.

Dengan maskapai Wings Air, kedatangan mereka bersama dua orang perwakilan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) Filipina beserta rombongan Kepala Uskup Diosis Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi itu disambut hangat Pemkab Morotai, sejumlah pimpinan SKPD dan sanak keluarga kedua nelayan.

Sebelum bertolak ke kediaman Bupati di Desa Yayasan untuk makan bersama, kedua nelayan ini diajak Bupati Morotai, Benny Laos berbincang diruang VIP bandahara Pitu. Dihadapan Bupati kedua nelayan mengisahkan selama berada di Filipina.

“ Awalnya kami ketakutan, tapi setelah dijemput dan dibawah ke tempat dimana kami tinggal, kami diperlukan sangat istimewa dan suasananya seperti rumah sendiri,” ucap Rustam Tatapa, Senin (1/10).  

Hilangnya dua warga Morotai itu sempat membuat Pemkab Morotai was-was. Upaya komunikasi ini tak lain untuk memberitahukan ke Kemenlu Filipina atas dua warga Morotai yang dibawa ke Filipina dengan kapal penampung ikan.

“ Setelah menerima informasi itu kami langsung menghubungi Kemenlu Filipina untuk memberitahukan. Komunikasi kurang dari dua jam itu saya menerima informasi bahwa kedua nelayan itu sudah ditemukan,” kata Bupati Morotai, Benny Laos.  

Benny mengaku awalnya merasa was-was. Khawatir kedua warga itu dibawa kendali orang yang salah, karena Filipina sendiri diketahui banyak organisasi esktrim. “ Sudah pasti ada tebusan uang miliaran rupiah kalau keduanya berada ditangan salah. Kalau demikan, dapat uang dari mana untuk kasi tebusan,” katanya sedari mengatakan, dibalik apa yang dialami kedua warganya ini pasti ada hikmahnya. Karena itu, setelah pulang dan bergabung dengan keluarga besar nanti diharapkan tetap menjaga kerukunan dan saling berbaur satu sama lain. (Fix/red)
Komentar

Berita Terkini