|

Rindu Kumpul Kembali Lebih Mempererat Silaturahim Sesama Warga Kampung Pisang

foto bersama
TERNATE, BRN - Reuni atau temu kangen mungkin sudah tidak asing lagi sekarang ini. Temu kangen biasanya dimanfaatkan para alumni, baik SD, SMP, SMA maupun kampus untuk menggelar temu kangen.

Seperti yang akan digelar warga Kelurahan Kampung Pisang Kota Ternate. Kegiatan rindu kumpul kembali yang digagas para warga ini sedikit ada warna baru, bahkan kali pertama di Ternate. Rindu kumpul kembali bukan untuk membicarakan soal alumni dari kalangan pendidikan mana dan berapa lama berpisah dengan teman-teman sekolah.

Melainkan berkumpul bersama sanak saudara serta sesama teman sebaya waktu bersama-sama dulu menjaga, menjalani sukarnya kehidupan saat satu kampung dulu. Rindu kumpul kembali Kampung Pisang Maju Aman dan Humanis (Kampis Manis) adalah sebuah wujud kerinduan akan kebersamaan antar generasi Kampis era 60-an sampai dengan saat ini. Kampis Manis dalam kenangan bersama demi mempererat tali silaturahim antara warga yang sekian tahun berpisah kini bersama dalam ruang dan waktu untuk bertemu 

Ketua pelindung kegiatan, Ikbal Amin mengatakan, ide kegiatan rindu kumpul kembali ini muncul saat buka bersama pada ramadhan Juni lalu. Banyaknya warga Kampung Pisang menikah keluar (hijrah), baik antar kelurahan, kota maupun provinsi mendasari rindu kumpul kembali ini digelar.

“ Inilah yang mendasari kami melakukan rindu kumpul kembali. Lamanya berpisah memaksa kami untuk bertemu kembali,” kata Ikbal, Sabtu (6/10) kemarin.

Kegiatan bermuatan semangat religi diawali dengan ziarah terhadap kuburan tetua  yang lebih mengahadap kepada sang Pencipta semakin menambah semangat para warga di kampung ini. Semangat ini kemudian mendorong mereka melakukan tahlilan di Masjid Nurul Jannah Kampung Pisang.

“ Alhamdulillah banyak yang datang. Tahlilan ini untuk mendoakan saudara-saudara kita yang ada Sulawesi Tengah dan Lombok,” kata Ikbal.

Acara Makan Pisang Bersama
Acara diakhiri dengan debus serta di dominasi buah pisang sebagai kuliner lokal ini semakin manambah rindu kedatangan teman-teman sebaya mereka saat satu kampung dulu. Selain kuliner lokal, buah pisang yang dipilih warga sebagai makanan utama di acara ini seakan mengingatkan mereka pada asal-asul Kampung Pisang itu sendiri.

“ Yang memimpin debus nanti itu Hi. Abadan Wahid,” lanjut Ikbal.

Selain mengingatkan nama kampung, Pohon yang hanya berbuah sekali seumur hidup ini sekaligus menyatukan rindu warga kampung. Kata Ikbal, pohon yang mengeluarkan kuncup berbentuk mirip jantung ini tak lepas dari nama Kelurahan Kampung Pisang.


Sementara itu, Koordinator kegiatan, Mohtar menambahkan, acara rindu kumpul kembali tak hanya difokuskan pada warga beragama muslim dan diseputaran Kampung Pisang saja. Melainkan kelurahan tetangga seperti Kelurahan Maliaro, Stadion serta warga beragama non muslim turut dilibatkan.

Mohtar mengaku saat ini sebagian warga di Batang Dua mulai berdatangan. Rindu kumpul kembali atau Kampung Pisang pangge pulang ini mencakup warga Kampung Pisang yang saat ini berada di luar sana.

“ Karena dodomi (ari-ari) mereka warga Kampung Pisang. Karena itu, tadi malam saudara-saudara kita non muslim sudah bergabung dengan warga disini mengikuti zumba besok,” terang Mohtar. (brn/red)
Komentar

Berita Terkini