|

Masa Aksi Protes Vaksin MR



SANANA, BRN - Meski keberadaan vaksin measles and rubella (MR) sudah disepakati Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku Utara (Malut), rupanya tak membuat sebagian masyarakat Kepulauan Sula belum bisa menerima kenyataan itu. Suara menolaknya vaksin MR ini disuarakan beberapa organisasi di Kepulauan Sula, Senin (1/10).

Organisasi terdiri dari LMND Eksekutif Kota Sanana dan GMNI itu menyeruakan seputar kandungan vaksin MR. Menurut mereka, vaksin MR yang saat ini dilakukan Dinas Kesehatan Kepsul itu masih mengandung unsur haram. Sebab vaksin buatan India itu masih mengandung unsur babi yang mana diharamkan dalam agama Islam. Sesuai kajian, menurut MUI terkecuali dalam kondisi keterpurukan atau keadaan darurat baru bisa dilakukan sangat bertentangan.

“ Selain mengundung unsur haram, Dinas kesehatan (Dinkes) Kepsul juga belum mengantongi data terkait berapa orang yang anak yang terindikasi penyakit Rubela. Namun kenyataannya Dinkes memberikan suntikan vaksin MR ke anak-anak,” kata ketua LMND, Julfiki Umaternate.

Tak hanya persoalan vaksin MR, masa aksi yang membawa spanduk bertuliskan ‘tuntaskan kasus korupsi jaringan irigasi trans Modapuhi dan vaksin rubella itu menuntut Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepsul mengusut tuntas dugaan tindak pidan korupsi atas pekerjaan jaringan irigasi 2014 yang dikerjakan PT Sinar Agape Indah.  

Masa aksi juga menuntut Direktur Utama PT Sinar Agape Indah, Hendrata Thes bertanggungjawab atas pekerjaan proyek tersebur karena merugikan masyarakat Kepsul karena pekerjaan itu idak bisa dipakai masyarakat sampai sekarang.

“ Terkait kasus koropsi pekerja jaringan irigasi hingga sekrang kasus ini masih belum ada kejelasan, kami juga bigung dengan cara pemeriksaan kasus itu sekarang tidak ada titik terang,” ucap masa aksi. (onn/red)

Komentar

Berita Terkini