|

Koramil Daruba Amankan 5 Ton Jagung Ilegal



 
Barang Bukti Satu Unit Mobil Truk dengan Muatan 5 ton Jagung

MOROTAI, BRN - Koramil Daruba, Selasa (9/20) malam berhasil mengamankan 5 ton jagung ilegal di pelabuhan Feri Desa Juanga yang rencananya bakal di bawa ke Propinsi Gorontalo untuk diperjual belikan. Alce Buyung oknum pembeli jagung tersebut juga ikut diamankan, setelah dimintai keterangan oleh anggota Koramil Daruba yang bersangkutan dilepaskan kembali dan diingatkan tidak mengulangi perbuatannya. 

Dari data yang dihimpun, jagung-jagung ini dimuat menggunakan mobil truk dan rencananya akan dibawah ke gorontalo menggunakan Feri untuk dijual. Sayangnya belum sempat ditempat tujuan, Jagung-jagung tersebut diamankan anggota Koramil Daruba. 

Jagung tanpa surat izin resmi ini, berawal ketika anggota Koramil mendapat informasi dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub) adanya mobil truk yang isinya mencurigakan, setelah turun kelapangan dan memeriksa mobil itu ditemukan 5 ton jagung didalam mobil. Sementara sang supir telah melarikan diri ke Tobelo sebelum anggota Koramil pemeriksa mobil tersebut. 

Jagung itu sendiri diketehui bantuan dari pemerintah Morotai yang diberikan secara gratis ke masyarakat Kecamatan Morotai Utara (Morut) dan Mortim untuk ditanam, sayangnya jagung itu tidak ditanam, melainkan dijual kepada Alce Buyung seharga Rp 30 ribu/karung untuk dijual kembali. 

Sertu Andi Leonard anggota Koramil Daruba saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa telah mengamankan jagung-jagung tersebut. Untuk mengeklabuhi petugas, jagung-jagung itu dibungkus dengan karung dan disimpan di dasar mobil,  kemudian diatas jagung itu digabungkan dengan karung kopra lainnya. "Setelah kami periksa, kami temukan jagung, langsung kami amankan, "katanya. 

Sementara, Danramil 1508-05/Daruba, Mayor Inf Mulahaman mengaku pengamanan mobil itu hasil kerja sama Dinas Pertanian dan Koramil Daruba. "Jadi pihak Koramil hanya sebatas mengawasi dan mengamankan barang yang mau di seludupkan, setelah itu barangnya di serahkan le Dinas Pertanian untuk di tindaklanjuti, "tegasnya.  

Mengantipasi persoalan yang sama terjadi kembali, dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat penerima bantuan,  agar barang yang sudah di berikan dapat dimanfatkan dengan baik, karena bantuan yang diberikan semata-mata untuk kepentingan dan kesejatraan masyarakat. 

"Kita punya program yang namanya Program Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale). Ini program kerja sama TNI dan Dinas Pertanian, jadi kenapa kita ambil kebijakan dengan mengamankan jagung itu, yang namanya kerja sama, kita punya kewajiban untuk mengawasinya, "terangnya. (Fix/red)
Komentar

Berita Terkini