|

Kepemilikan SPBU Diduga Milik Ketua DPRD


Polres Dan Pemda Tutup Mata

Pengisian BMM dengan muatan jerigen salah mobil Pick Up di SPBU Halmahera Selatan. Praktek ini tentu bertentangan dengan surat edaran Pertaminan nomor 407/F144A0/2016-S3 tentang larangan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar dengan menggunakan jerigen di SPBU/Foto: google/Ilustrasi 
LABUHA - Kendati Pertamina telah menerbitkan surat edaran nomor dengan 407/F144A0/2016-S3 tentang larangan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar dengan menggunakan jerigen dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), akan tetapi perintah itu tidak berlaku bagi SPBU Labuha yang diketahui milik keluarga Ketua DPRD Halsel, Umar Soleman.

Pantauan awak media di SPBU Labuha, pada Selasa 2 Oktober pukul 16.59 Wit, salah satu mobil open cup jenis cary berwarna putih dengan nomor polisi DB 8230 LE, dengan muatan puluhan jerigen melakukan pengisian BBM dengan jumlah diperkirakan kurang lebih mencapai 1 ton.

Meskipun pengambilan BBM dengan menggunakan jerigen secara terang-terangan pada SPBU milik ketua DPRD Halsel tersebut, namun Pemerintah Daerah (Pemda) dan Polres Halsel terkesan menutup mata. Hal tersebut publik menduga bahwa hubungannya dengan kepemilikan SPBU tersebut adalah seorang pejabat tinggi di Kabupaten Halsel, sehingga lengah dari pengawasan baik dari Pemda Halsel maupun Polres Halsel.

Terakit hal itu, pengelola SPBU Labuha, Ade Soleman ketika dikonfirmasi awak media melalui via telepon guna dimintai tanggapan terkait surat edaran Pertamina tentang larangan pembelian BBM jenis premium dan solar menggunakan jerigen di setiap SPBU, namun tidak direspon.

Sementara Kapolres Halsel, AKBP.  Irfan SP Marpaung ketika dikonfirmasi melalui Watsap, terkait dengan pengawasan namun belum merespon hingga berita ini dinaikan. (snr/red)
Komentar

Berita Terkini