|

Kejati Bakal Pelajari Kasus Hartono The


KANTOR KEJATI MALUT
LABUHA, BRN - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut mengaku kaget dengan kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Selatan dalam menangani perkara Hartono The alias TEK. Lambatnya Kejari menyitaan alat berat dan kayu bulat yang merupakan barang bukti kasus illegal loging ini diakui Asisiten Pengawasan (Aswas) Kejati Malut, Hendrik Silitonga.

Hendrik mengakui baru mengetahui kasus eks terpidana illegal loging belum diselesaikan Kejari. Padahal, kasus ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Bahkan, barang bukti yang mana merupakan hasil rampasan negara milik TEK sudah ramai diangkat di media masa, baik online maupun cetak (surat kabar harian).

“ Saya baru tahu kalau ada kasus yang sudah sekian tahun belum dituntaskan Kejari Halsel,” akui Hendrik kepada sejumlah wartawan, Senin (8/10).
Buruknya kinerja Kejari Halsel menyelesaikan perkara tersebut mendorong Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut mempelajari alasan apa sehingga kasus bertahun-tahun ini tak kunjung diselesaikan. Apa yang menjadi kendala sehingga penanganan kasusnya lambat.

“ Saya akan cek apa kendalanya sampai kasus ini terkatung-katung,” kata Hendrik didampingi salah satu Tim Aswas Kejati Malut, I Timin dan Kepala Kejari Halsel, Cristian Carel Ratianik.

Menurut Hendrik, pergantian pejabat tinggi di Kejari Halsel dari tangan lama ke yang baru bukan menjadi alasan menyelesaikan kasus. Pergantian di pucuk pempinan hanyalah personil yang diganti, bukan lembaganya di ganti. “ Lembaganya tetap satu, sehingga menjadi tanggungjawab untuk menuntaskan kasus tersebut. Soal pergantian pejabat lama ke yang baru itu bukan soal,” terang Hendrik.

Pengkajian kasus tersebut tetap dilakukan. Mulai dari pemberkasan hingga adanya putusan Mahkamah Agung (MA). “ Kita akan kaji dulu berkasnya, karna saya juga baru mengetahui masalah ini,” kata Hendrik. (saf/red)
Komentar

Berita Terkini