|

Kejari Temukan BB Milik TEK Rusak

Alat Berat Jenis Grider Jadi 'Misterius'

Pengecekan barang butki oleh Kejari Halsel di Samalanga Desa Bori Kecamatan Bacan Timur, Senin (8/10) kemarin. Pengecekan barang itu terdapat sebagiannya sudah rusak, bahkan barang bukti lainnya tidak ditemukan di lokasi alias 'misteruis' 
LABUHA, BRN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) akhirnya turun ke lokasi untuk mengecek alat bukti milik eks terpidana, Hartono The alias TEK di Samalanga Desa Bori Kecamatan Bacan Timur, Senin (8/10) kemarin.

Lokasi dimana menjadi tempat penampungan barang-barang menjadi hasil rampasan negara itu, Kejari menemukan sebagian barang bukti (BB) sudah rusak. Pengecekan yang dipimpin langsung Kepala Kejari Halsel, Cristian Carel Ratianik ini belum dipastikan bakal disita.

Pasalnya, sejumlah alat berat rencanya disita Kejari Halsel ini selain ditemukan rusak, sebagian alat bukti lain seperti alat berat jenis Grider tidak ditemukan dilokasi atau tidak diketahui keberadaanya alias misterius. Itu sebabnya Kejari Halsel belum melakukan eksekusi atau menyita barang-barang itu. Alasan lain tidak di esksekusinya barang bukti itu karena Kejari Halsel hanya mengkroscek sekaligus mengidentifikasi berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 2374 K / PID. SUS /2011 jo Nomor : 154/Pid.sus/2010/PN.LBH.

Alat berat jenis Grider ini tidak ditemukan dilokasi saat pengecekan barang bukti. Foto/dokumentasi barang bukti ini diperoleh pada pengecekan pertama oleh Kejari Halsel beberapa tahun lalu. 
Selain Kejari Halsel, pengecekan barang bukti di Samalanga Desa Bori Kecamatan Bacan Timur tersebut melibatkan Kasat Sabhara Polres, Jamaludin. Alasan Kasat Sabhara ini dilibatkan karena diketahui sebagai penyidik kasus illegal loging yang melibatkan Hartono The alias TEK.

Di tengah-tengah pengecekan, barang bukti ditemukan di lokasi hanya lima unit Loader tipe/merk sejenis yaitu WA 500 Komatsu dalam kondisi rusak. Satu unit Grider dalam kondisi rusak serta 1 unit mobil warna hitam merk Mitsubishi Strada juga rusak. Tiga unit truk logging warna kuning merk Reunalt pun rusak.

“ Kami belum dapat melalukan eksekusi karna harus melakukan kroscek dan mengidentifikasi alat tersebut berdasarkan putusan MA, agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan eksekusi barang bukti,” kata Kepala Kejari Halsel, Cristian Carel Ratianik.

Kendati ditemukan sebagian barang bukti rusak, namun Kejari Halsel tetap mengeksekusinya. “ Kami tetap melakukan upaya sedemikian rupa agar dapat segera melakukan eksekusi,” tegas Cristian.

Berdasarkan dokumen diperoleh Brindonews yang bersumber dari Kejari Halsel, tidak terlihatnya barang buktit jenis Grider ini berbeda dengan sebelumnya. Padahal pengecekan pertama pada beberapa tahun lalu, Kejari Halsel menemukan alat berat jenis Grider ini. (saf/red)
Komentar

Berita Terkini