|

Kejari Dibuat Bungkam, Siapa Hartono The

Kantor Kejaksaan Negeri Halsel

LABUHA, BRN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuha, tampaknya tidak berdaya atau diduga kuat diperdaya oleh Hartono The,  salah satu mantan narapidana (napi) kasus illegal loging beberapa tahun lalu. Ketidakberdayaan Kejari ini nampak pada tidak menjalankan perintah Mahkamah Agung (MA) atau menyita alat berat dan kayu bulat milik terpidana yang menjadi rampasan negara dibiarkan atau tidak disita.

Sejumlah alat berat dan kayu bulat senilai miliaran rupiah, yang seharusnya disita oleh Kejari Labuha berdasarkan perintah Mahkamah Agung Nomor 2374 K / PID. SUS /2011 jo Nomor : 154/Pid. sus/2010/PN.LBH. Namun,  hal itu tidak dilakukan Kejari Labuha dibawah pimpinan Cristian Carel Ratianik.

Padahal Kejaksaan Negeri Labuha dibawah kepemimpinan Djoko Hadi Soemarsono, pada awal 2016 lalu sempat ke lokasi, dimana lokasi tersebut sebagai tempat pengoprasian alat berat serta penampungan barang bukti kayu bulat. Hal tersebut, membuat publik bertanya, siapa sosok Hartono The, mantan narapidana kasus illegal loging, sampai-sampai Kejaksaan Negeri Labuha tidak berdaya sehingga tidak melaksanakan perintah Mahkamah Agung untuk menyita barang bukti yang telah diputuskan menjadi barang rampasan negara.

Putusan Mahkamah Agung dan memerintahkan kepada Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan untuk menyita alat berat dan kayu bulat milik Hartono The alias TEK (eks terpidana) karena menjadi rampasan negara. Dalam Putusan ini menyatakan Hartono The alias TEK terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama membawa atau memasukkan alat berat atau patut diduga akan digunakan mengangkut hasil hutan di dalam hutan tanpa izin pejabat berwenang.    
Berdasarkan perintah Mahkamah Agung, untuk menyita sejumlah alat berat  dan kayu bulat berupa 2 unit Lider jenis Loder WA. 500 Komatsu Lot. No. 370 dan Loder Komatsu WA. 500 WL 02. Satu unit Grider  GD 510 R Komatsu, satu unit Mitsubishi L-200 Strada nomor polisi DB 8131 CB,  satu unit loging truk warna kuning merek Renault tipe CBH. 280 LT,  01 nomor mesin ST. 5600104876, nomor casis 194240 dan barang bukti lainnya berupa kayu bulat berjumlha 664 batang dengan kubikasi sebanyak 3.334,47 meter kubik.

Hal tersebut mengundang reaksi Halmahera Coruptian Watch (HCW). Melalui wakil direktur, Rajak Idrus menegaskan, kinerja Kejaksaan Negeri Labuha dalam kasus tindak pidana illegal loging yang melibatkan mantan narapidana, Hartono The dan kawan-kawannya itu patut dipertanyakan.

Sebab, Kejaksaan Negeri Labuha terkesan melindungi aset milik Hartono The. Karena itu, HCW meminta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), untuk mengevaluasi Kejari Labuha Cristian Carel Ratianik, karena diduga telah  bersekongkol dengan Hartono The, yang diketahui mantan narapidana atas kasus illegal loging.

Sementara Kepala Kejari Labuha Cristian Carel Ratianik, ketika dikonfirmasi awak media, dirinya mengaku belum ada waktu untuk melayani awak media.  (snr/red)
Komentar

Berita Terkini