|

Kasus Korupsi Wonderfull Tahapan Perlengkapan Berkas


 
Kasat Reskrim Polres Pulau Morotai, Iptu Lewangga Yuda Prawira Tandungan

MOROTAI,BRN - Usai menetapkan tujuh tersangka dalam kasus korupsi anggaran Wonderfull tahun 2016 yang merugikan keuangan negara senilai Rp 72 Juta. Penyidik Polres Pulau Morotai terus mengumpulkan bukti tambahan, untuk melengkapi berkas yang diminta Kejari.

 "Masi melengkapi berkas penyidikan, "ucap Kasat Reskrim Polres Pulau Morotai, Iptu Lewangga Yuda Prawira Tandungan, Rabu (13/10).

Kata dia, usai penetapan tersangka, berkas perkaranya langsung di limpahkan ke pihak Kejari untuk ditindaklanjut, namun berkas yang diminta masih belum lengkap, karena sejumlah bukti dalam kasus tersebut menurut pihak Kejari masih kurang. "Pada intinya, kita menunggu saja,"singkatnya.

Sebagaimana diketahui, tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus anggaran Wonderfull, yakni mantan Kadis Pariwisata, AH, mantan bendaharanya FRA, salah satu stafnya RHP dan empat pemilik CV, masing-masing CV Alyezz Mandiri, CV Reza Nandaka Pratama, CV Bangun Raya Morotai dan CV Syirah Pratama. Anggaran Wonderfull sebesar Rp 911 juta yang disalahgunakan menggunakan APBD Induk Morotai 2016.

Ketujuh pelaku telah melanggar pasal 2 ayat 1, pasal 3, pasal 12 huruf E undang-undang Nomor 39 dirubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun, maksimal 20 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 Miliar. (Fix/red)

Komentar

Berita Terkini