|

Kasus Dugaan Tipikor BOK Karat di Laci Kejari Morotai

Kepala Kejari Morotai, Supardi

MOROTAI, BRN - Kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pemotongan insentif jasa medis dan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang di tangani Kejaksaan Negeri Morotai sampai saat ini karat di laci Kejari.

Karatnya progres kasus dugaan tipikor yang dilakukan Kepala Puskesmas (Kapus) Daruba Kecamatan Morotai Selatan (Morsel), dr. Diana tersebut semakin menimbulkan pertanyaan publik terhadap kenirja Kejari Morotai yang dinahkodai, Supardi.

Bagaimana tidak, semenjak diangkat menggantikan Asnawi Mukti pada Januari 2018 lalu belum ada satupun kasus korupsi diselesaikan. Bahkan, kasus dugaan tipikor dana BOK senilai Rp 86 juta  tahun 2017 tak kunjung dituntaskan. Anehnya lagi, kasus yang ditangani itu rencanya bakal dikonsultasikan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut. Padahal, sejumlah saksi sudah diperiksa dalam Kasus ini, namun sayangnya belum ada calon tersangka dalam kasus yang dimaksud.

Kepala Kejari Morotai, Supardi dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa (9/10) mengaku, kasus BOK bakal laporkan ke Kejati Morotai. Namun langkah yang diambil itu belum dapat dilakukan karena masih menunggu laporan dari tim penyidik Kejari Morotai.

“ Jika tim kami menganggap laporan dari pemeriksaan saksi-saksi sudah valid (lengkap) maka hasilnya akan di expos kemudian di simpulkan, dan setelah itu dilaporkan ke Kejati Malut untuk di tindak lanjuti,”ucap Supardi.

Sebagaimana diketahui, tak hanya kasus BOK yang mangkrak di meja Kejari. Dua kasus lain, yakni kasus pengadaan lahan fiktif di sekretariat kantor Bupati 2015 dan kantor pengadaan barang di kantor perwakilan Morotai-Jakarta 2015 yang merugikan keuangan negara miliaran rupiah tidak kunjung dituntaskan. Padahal, kedua kasus ini ditangani sejak 2017 lalu. (Fix/red)
Komentar

Berita Terkini