|

Imran Yakub dan Pihak Ketiga ‘Bingung’ Temuan BPK

IMRAN YAKUB

TERNATE, BRN - Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Malut dan pihak ketiga (kontraktor/rekanan) masih ‘bingung’ atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang menyebutkan kekurangan volume pada pekerjaan pagar Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) yang dibuat Dikbud Malut.  

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Malut, Imran Yakub dikonfirmasi Brindonews belum lama ini mengatakan, menurut pihak ketiga (rekanan) bukan kekurangan volume, melainkan kelebihan volume pada proyek pagar SKO.

“ Menurut pihak ketiga yang ada itu sebenarnya kelebihan volume, tetapi menurut BPK itu kekurangan volume. Di RAB pekerjaan itu misalnya Rp 7 juta, temuannya itu dia jadi Rp 10 juta. Seharusnyakan temuan berdasarkan RAB, itu yang saya dapat konfirmasi dari pihak ketiga,” kata Imran Yakub.

Bingungnya pihak ketiga ini karena RAB yang menjadi temuan BPK itu tidak sesuai dengan anggaran ada di RAB. “ Itukan kewenangan BPK, tetapi pihak ketiga kan bingung. Di RAB nya pekerjaan itu nilainya cuma sekian, kok bisa temuannya itu lebih,” sambung Kadikjar Malut.

Ditanya siapa Pembuat Komitmen (PPK), Imran tak berkomentar banyak. Kadikjar Malut ini mengatakan tidak mengetahui siapa PPK pada pekerjaan pagar SKO dengan nilai Rp 1,6 miliar yang dikerjakan CV HJ itu. “ Saya kurang tahu siapa PPK-nya,” ujar Imran.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan pagar SKO yang dikerjakan CV HJ dengan nilai Rp 1,6 miliar itu diketahui kekurangan volume setelah dilakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan fisik lapangan dan hasil perhitungan bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek serta kontraktor (rekanan) pelaksana pada tanggal 17 April 2018 diperoleh kekurangan volume pada item pekerjaan persiapan, pekerjaan arsitektur, pagar depan lantai 1 pekerjaan arsitektur, dan paggar samping seluruhnya ditemukan kekurangan volume senilai Rp 235.829.647.98. (tim/red)
Komentar

Berita Terkini