|

Imbau Jangan Pilih Caleg Tikus “kantor”


Ajis Banapon
SANANA, BRN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kepulauan Sula (Kepsul) mengimbau kepada pemilih untuk tidak memilih calon anggota legislatif (caleg) yang tersangdung dugaan kasus korupsi. Ikhwal ini diutarakan Ketua DPD KNPI Kepsul, Ajis Banapon.

Menurut Ajis, imbauan ini merupakan respon positif dari larangan bagi eks narapidana kasus korupsi untuk menjadi caleg pada Pemilu 2019. Gebrakan KPU dengan lantang menolak para eks narapidana kasus korupsi untuk mencalonkan menjadi wakil rakyat karena korupsi adalah kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime yang dapat merugikan negara dan menyesengsarakan seluruh rakyat Indonesia.

Larangan termaktub dalam Rancangan Peraturan KPU, Pasal 8 ayat (1) huruf tentang Kampanye  ini adalah sebuah langkah kemajuan oleh penyelenggara Pemilu. Selain extra ordinary crime, seluruh elemen bangsa ini sudah muak dengan koruptor.

“ Respons publik terhadap Rancangan Peraturan KPU ini juga sangat positif,” kata Ajis dalam rilisnya, Sabtu (13/10).

Ajis bilang, larangan eks narapidana (napi) mencalonkan diri sebagai anggota dewan patut didukung. Sebab, langkah KPU melarang para eks narapidana itu tak lain menginginkan caleg kedepan benar-benar bersih dari orang-orang yang telah melakukan korup.

“ Rakyat akan sepakat dengan aturan yang hendak dikeluarkan KPU, terkait larangan eks napi kasus korupsi ini. Karena ini sesuai dengan keinginan masyarakat,” yakin Ajis.

Kata Ajis, bagaimana pun pandangannya korupsi merupakan kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime. Musuh sosial yang satu ini tak hanya menjadi musuh daerah, melainkan musuh semua elemen bangsa. Karena itu, sudah seharusnya para tikus “kantor” ini tidak lagi diberi ruang untuk menduduki jabatan di legislatif.

“ Saya mendukung gebrakan KPU, karena korupsi adalah bagian dari kejahatan yang dapat merugikan bangsa,” katanya. (brn)
Komentar

Berita Terkini