|

Harapan AHM Jadi Gubernur Hanya Mimpi Belaka

Gubernur Malut, AGK didampingi Ketua PKP Indonesia, Masrul Ibrahim dan Ketua DPD PDIP Malut, Muhammad Senen serta Ketua Tim Pemenang AGK-YA, Asrul Rasyid Ichsan mengumumkan hasil kemenangan pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Malut 2018 di Hotel Batik, Kamis (18/10). 
TERNATE, BRN - Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Maluku Utara usai sudah. Publik pun tidak perlu lagi berspekulasi siapa yang kalah atapun siapa yang menang. Meski ditandai dengan Pemungutan Suara Ulang (PSU), pertarungan empat pasangan calon yakni, Ahmad Hidayat Mus-Rivai (AHM-Rivai), Burhan Abdurahman-Ishak Jamaludin (Bur-Jadi), Abdul Gani Kasuba-M Al Yasin Alin (AGK-YA), dan Muhammad Kasuba-Majid Husen (MK-Maju) sudah diketahui siapa pemenangnya.

Tak bisa di pungkiri lagi, pasangan calon nomor urut tiga, AGK-YA keluar sebagai pemenang di pertarungan sengit ini. Kemengan ini bukan soal percaya diri atau klaim sana-sini, akan tetapi kemenangan AGK-YA pada Pilgub Malut kali ini berdasarkan perolehan suara diatas rata-rata.

Meski secara PSU dimenangkan seterunya, AHM-Rivai dengan raihan 12.106 suara, namun jumlah suara itu tidak membuat pasangan yang diusung Golkar dan PPP ini dinobatkan sebagai pemenang Pilgub 2018. Sebaliknya, AGK-YA yang notabanenya kalah pada PSU dengan raihan 9.309 suara dari semua tempat pemungutan suara (TPS) PSU Pilgub justru keluar sebagai pemenang dan menjadi gubernur dan wakil gubernur periode 2019-2024.

Keunggulan serta kemengan AGK-YA ini setelah jumlah raihan suara total pada PSU yaitu 9.309 suara ditambahkan dengan saldo setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yaitu 4.149 suara, maka secara total suara AGK-YA meningkat menjadi 13.458 suara. Jumlah ini tentunya AGK yang juga gubernur petahana itu melanjutkan kepemimpinannya sebagai gubernur Malut jangka lima tahun kedepan.

Dari hasil hitung cepat berdasarkan formulir C1 KWK dari seratus TPS di daerah PSU, AHM-Rivai meraih 12.316 suara sedangkan AGK-YA 9.224 suara dengan selisih 1.057 suara. Sementara suara sah sebanyak 22.009 suara, yang tidak sah 145 suara, golongan putih (golput) 7.773 dengan total suara 22.154. Hasil ini juga sekaligus mengandaskan mimpi Ahmad Hidayat Mus (AHM) yang juga tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menjadi gubernur.

Hasil tersebut, kubuh AGK-YA bersama pendukung serta simpatisan melakukan konfrensi pers kemenangan di batik hotel Ternate, Kamis (18/10/2018). AGK didampingi pimpinan partai pengusung PDIP dan PKIP mengungkapkan rasa terima kasih kepada masyarakat Malut karena menjatuhkan pilihan serta mempercayakan dirinya mempin Malut lima tahun kedepan.

“ Rasa syukur dan terima kasih kepada suluruh masyarakat yang kembali mempercayakan kepada saya untuk menjadi gubernur di periode kedua, tentu ini suatu tanggung jawab yang berat, akan tetapi demi pengabdian kepada masyarakat saya akan menajalaninya dengan baik,” katanya.

Sekertaris PDIP Malut, Asrul Rasyid Ichan yang juga ketua tim pemenang ini mengungkapan rasa syukur serupa kepada masyarakat Malut. Berharap kepada masa pendukung AGK agar selalu mengawal proses ini hingga pada penetapan resmi dari KPU ataupun Mahkamah Konstitusi (MK) atas kemenangan AGK-YA.

Hal serupa disampaikan Ketua DPD PDIP, Muhammad Senen. Wakil Wali Kota Tikep ini mengaku kemenangan ini adalah kemenangan seluruh rakyat Malut. Karena itu harus dijaga bersama-sama agar tidak ada lagi perpecahan yang membeda-bedakan masyaarakat.

“ Tidak ada lagi nomor urut 1, 2 ataupun 3 dan 4. Yang ada hanya gubernur terpilih KH. Abdul Ghani Kasuba dan M Al Yasin Ali. Kita harus kembali jalin silaturahmi,” ujar orang nomor dua di Kota Tikep ini.

Sementara itu, Ketua DPD PKPI Malut, Masrul Ibrahaim juga mengungkapan terima kasih kepada pemilih karena sudah memilih AGK-YA menjadi gubernur dan wakil gubernur. “ Kami (PKPI) akan terus memberikan kritik dan masukan kepada bapak gubernur, demi Maluku Utara lebih baik lagi kedepan,” ungkapnya. (eko/rs/red)
Komentar

Berita Terkini