|

GCW Desak Polda dan Kejati Lidik Anggaran Proyek SMK Pertanian

Ilustrasi uang tunai
SOFIFI, BRN - Gamalama Coruption Whatc Maluku Utara mendesak pada Polda dan kejaksaan Tinggi Maluku Utara mengusut dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  Pertanian yang terletak di Desa Kusu Sofifi yang dibangun Dinas Pertanian Provinsi Malut. Pasalnya, proyek tersebut dianggarankan tahun 2016 itu bermasalah sehingga merugikan daerah ratusan juga rupih.

Koordinator GCW Malut Muhiddin pada redaksi brindonews mengatakan, proyek pembangunan gedung SMK Pertanian yang dibangun Dinas Pertanian Malut bermasalah pada kekurangan volume pekerjaan dibeberapa aitem anggaran sehingga itu merupakan dugaan tindakan melawan hukum. Sebab temuan proyek kekurangan volume bukan hanya ada satu aitem anggaran, namun juga sekitar lima aitem anggaran dengan masalah yang sama. ” Masalah proyek SMK Pertanian ada unsur dugaan kesengajaan antara PPK dan pihak kontraktor pasalnya dari lima pekerjaan yakni pembangunan kelas, laborthorium, rumah guru,  gedung kantor SMK,  dan laboratorium kesmavet yang dikerjakan perusahan berbeda namun masalah yang sama,” katanya.  

Atas permasalahan tersebut, Polda dan Kejati Malut sudah bisa melakukan penyelidikan. Karena proyek tersebut dibangun di tahun 2016 namun sampai saat ini belum difungsikan. ” Mendesak pada Polda dan Kejaksaan tinggi Malut mengusut proyek pembangunan SMK Pertanian yang dibangun Dinas Pertanian Malut ini,” desaknya.

Sekedar diketahui, berdasarkan data audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK)  RI Perwakilan Provinsi Maluku Utara atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD)  Provinsi Malut tahun 2016, terjadi kekurangan volume pada pekerjaaan gedung kelas SMK Pertanian sebesar Rp 162 juta lebih (Rp 162.550.518). Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Langguna Tirta dengan Surat perjanjian nomor :C. 15/KONTRAK/TU/DAK/IX/2016 pada tanggal 16 September 2016 dengan nilai kontrak Rp 2.016.000.000, berdasarkan Surat perintah mulai kerja nomor :03/PPK-C. 15/SPMK/TU/DAK/IX/2016 waktu pelaksanaan selama 100 hari kalender mulai terhitung 15 September 2016.

Namun proyek tersebut dalam perjalanan pekerjaan dilakukan penyesuaian yang dilakukan PPK dan pihak rekanan pada penyesuaian nilai kontrak dan aitem pekerjaaan yang tercantum dalam Addendum kontrak nomor : ADD/C.15/KONTRAK/TU/DAK/IX/2016 pada 28 September 2016 atas adendum tersebut nilai kontrak gedung kelas sekolah SMK Pertanian berkuranng menjadi Rp 1.870.520.000, dari hasil pemeriksaan atas dokumen SP2D, pembayaran atas pekerjaan tersebut dilakukan 100 persen atau Rp 1.870.520.000.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik yang silakukan oleh BPK RI,  Inspektorat, PPK Dinas Pertanian Malut pada 14 April 2017, bahwa pekerjaan telah selesai dikerjakan akan tetapi masih Ada kekurangan volume pekerjaan, hasil konfirmasi dengan pihak rekanan , yang bersangkutan mengakui dan setuju mengurangi volume sebesar Rp 162 Juta lebih.

Selain itu terjadi kekurangan volume pekerjaan juga pada pembanguan rumah guru SMK Pertanian sebesar Rp 111.644.472, yang dikerjakan oleh CV Karya Anak Bangsa dari nilai proyek Rp 1.790 miliar. Proyek tersebut berdasarkan hasil pemeriksaaan SP2D, Pembayaran telah 100 persen, namun berdasarkan hasil pemeriksaan fisik yang dilaksanakan oleh BPK RI,  Inspektorat, dan PPK Dinas Pertanian Malut pada 3 Maret 2017 ditemukan kekurangan voleme pada pengecatan plafon, pengecatan papan lisplank dan pengecatan kayu, Koseng, daun pintu, daun jendela dengan total sebesar Rp 111.644.472.

Hasil audit BPK RI juga menemukan kekurangan volume pekerjaan pembangunan gedung Laboratorium SMK Pertanian senilai Rp 108 juta lebih. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Thimak Multi Graha dengan Surat kontrak nomor :C. 17/KONTRAK/TU/DAK/IX/2016 tertanggal 15 September 2016 sebesar Rp 1.281.000.000 sudah dilakukan pembayaran 100 persen, namun berdasarkan hasil pemeriksaan fisik yang dilakukn BPK RI,  Inspektorat dan PPK Dinas Pertanian Malut pada 14 April 2017, proyek tersebut telah selesai dikerjakan namun ditemukan kekurangan volume pekerjaan, hasil konfirmasi dengan pihak rekanan, yang bersangkutan mengakui dan setuju terdapat kekurangan volume pekerjaan Rp 108 juta lebih.

Bukanya disitu terdapat kekurangan volume juga pada pekerjaan pembangunan gedung laboratorium Kesmavet Rp 31.974.933, proyek pembangunan gedung laboratorium Kesmavet SMK di Desa Kusu Sofifi Kota Tikep yang dikerjakan CV Setia Mandiri dengan Kontrak Nomor C. 18/KONTRAK/TU/DAK/IX/2016 tanggal 15 September 2016 dengan nilai kontrak Rp 1.399.000.000, hasil pemeriksaan SP2D pembayaran telah 100 persen atau Rp 1.399 miliar, namun berdasarkan hasil pemeriksaan fisik oleh BPK RI,  Inspektorat dan PPK Dinas Pertanian Malut dan pihak rekanan pada 14 April 2017 diketahui proyek tersebut selesai dikerjakan akan tetapi masih ada kekurangan volume pekerjaan, hasil konfirmasi dalam LHP  nomor :17.C/LHP/XIX.Ter/5/2017 terhadap pihak rekanan yang bersangkutan mengakui adanya kekurangan volume senilai Rp 31.974.933.

Terjadi kekurangan volume pekerjaan juga pada pembangunan gedung kantor SMK Pertanian senilai Rp 24.294.595, proyek yang dikerjakan CV Kansa Persada dengan surat kontrak nomor C. 16/KONTRAK/TU/DAK/IX/2016 dengan nilai Rp 1.281 miliar itu terdapat kukurangan vokume, ini diketahui setelah BPK RI,  Inspektorat dan PPK Dinas Pertanian Malut serta pihak rekanan melakukan pemeriksaan fisik dilapangan terdapat kekurangan volume pekerjaan Rp 24 juta lebih dari nilai kontrak Rp 865 juta yang telah dicairkan 100 persen.

Kondisi tersebut bertentangan dengan peraturan presiden nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan baring dan Jasa Pemerintah yang telah diubah Perpres nomor 4 Tahun 2015, hal tersebut mengakibatkan realisasi belanja modal gedung dan bangunan yang dijasikan dalam LRA tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Atas permasalahkan tersebut BPK merekomendasikan pada gubernur Malut memberikan sanksi pada PPK dan memepertanggjawabkan pekerjaan yang tidak sesuai kontrak yang dilaksanakan kontraktor pelaksana dengan menyetor ke kas daerah kelebihan pembayaran. (tim/red)
Komentar

Berita Terkini