|

Diamkan Putusan MA, Kajari Halsel "Diduga" Terima Suap

Kajari Halsel, Cristian Carel Ratianik
LABUHA, BRN - Meski terbukti sejumlah alat berat dan kayu bulat milik terpidana, Hartono The alias TEK merupakan rampasan negara, namun Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Selatan hingga, Kamis (4/10/2018) belum juga mengeksekusi barang-barang milik TEK.

Putusan eksekusi barang miliki TEK itu tertuang dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 2374 K / PID. SUS /2011 jo Nomor : 154/Pid. sus/2010/PN.LBH. Dalam putusan ini, Mahkamah Agung (MA) memerintahkan Kejari untuk mengeksekusi barang-barang yanag disimpulkan sebagai barang hasil rampasan negara.  

Akibatnya, baru-baru ini beredar kabar dugaan suap ditubuh Kejaksaan Negeri (Kejari)  Labuha. Dugaan suap yang dilakukan TEK terhadap Kepala Kejari Labuha, Cristian Carel Ratianik semakin mencuat ketika sejumlah alat berat adan kayu bulat milik eks narapidana Hartono The alias TEK tak kunjung dieksekusi.

Kendati begitu, terpidana kasus illegal loging Hartono The serta kroninya ini telah menjalani hukuman pidana kurungan. Namun indikasi dugaan suap terhadap Kepala Kejari Labuha semakin kuat di permukaan karena sengaja mendiamkan putusan/perintah MA untuk melakukan penyitaan sejumlah alat berat dan kayu bulat sebagaimana perintah MA Nomor 2374 K / PID. SUS /2011 jo Nomor : 154/Pid.sus/2010/PN.LBH.  

Tak hanya dugaan suap, lambatnya tindaklanjut Kejari Labuha atas perintah MA ini diduga kuat bersekongkol dengan Hartono The dan kawan-kawannya itu. Bahkan, informasi yang diterima wartawan Brundonews, Kepala Kejari Labuha, Cristian Carel Ratianik pernah didatangi mantan narapidana kasus illegal loging dikediamannya dengan membawa satu tas pelastik/kresek yang isinya 'diduga' sejumlah uang untuk kepentingan mengamankan alat berat dan kayu bulat sebagai barang bukti yang harus disita berdasarkan perintah Mahkamah Agung Nomor 2374 K / PID. SUS /2011 jo Nomor : 154/Pid. sus/2010/PN.LBH.

Untuk memastikan itu, Kepala Kejari Labuha, Cristian Carel Ratianik ketika didatangi beberapa awak media dikantornya di Jalan Karet Putih Desa Kampung Makian Kecamatan Bacan Selatan, namun  dirinya tidak berada ditempat. Bahkan beberapa kali dihubungi melalui via telpon +628114191xxx tidak direspon.

Tidak hanya itu, nomor handphone Cristian Carel Ratianik saat ini tidak bisa lagi dihubungi karna diduga panggilan masuk dari awak media sudah diblokir. Hingga berita ini dinaikkan, Kepala Kejari Labuha Cristian Carel Ratianik tidak dapat dikonfirmasi untuk dapat memberikan klarifikasi/keterangan terkait dengan dugaan suap tersebut. (snr/red)
Komentar

Berita Terkini