|

Deprov Siap Buktikan Siapa Aktor Dibalik Pemotongan DAK Sekolah

Ketua Panja Deprov, Sahril Tahir

SOFIFI, BRN - Rupanya sikap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara mengungkap pungutan liar Dana Alokasi Khusus (DAK) ada titik terang. Sebab, ada sejumlah Kepala Sekolah siap memberikan keterangan atas kebenaran pemotongan DAK sekolah sebesar 10 persen per sekolah.

Ketua Panitia Kerja (Panja) Sahril Tahir yang juga sekertaris Komisi III DPRD Malut kepada redaksi brindonews.com via handphone, Senin (15/10/2018) mengatakan, bagi sekolah yang mendapatkan DAK wajib menyetorkan ke Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) dan Kepala Bidang SMA/SMK, Rustam Panjab Provinsi Maluku Utara melalui beberapa oknum kepala sekolah yang ditugaskan memungut.

“ Bayangkan saja kepada Kadikbud Imran Yakub beserta kroninya tak tanggung-tanggung tiap proyek dipatok senilai Rp 8 juta hingga Rp 10 juta. Bahkan juga ada sejumlah proyek juga harus di kasih persen kepada Kadikbud Malut,” kata politisi Gerindra itu.

Sahril juga membeberkan modus yang digunakan. Setiap proyek pembangunan baik renovasi/rehab maupun bangun baru, pengambilan gambar rancangan akan diminta uang sebesar Rp 8 - 10 juta. “ Harusnya proyek ini tidak perlu diberikan, karena untuk anggaran operasionalpun telah diatur, sehingga tidak boleh ada pemotongan apapun juga,” ujarnya.

Bahkan yang lebih parah lagi kata Sahril, apabila masing-masing kepala sekolah tidak menuruti kemauan Kadikbud, mereka diancam untuk dipindahkan ke tempat yang jauh dari jangkauan. ” Kepala sekolah diancam dipindahkan ke tempat lain apabila tidak menuruti keinginan Kadikbud Imran Yakub,” tetangnya. 

Masalah ini akan menjadi rekomendasi Panja untuk dibentuk Pansus dalam rangka menungkapkan fakta penyalahgunaan dana BOS dan potongan-potingan DAK fisik. Perlu diketahui sebagian besar kepala Sekoah di 10 Kabupaten/Kota menyampaikan hal yang sama.

Sangat disesali dengan berbagai macam kasus yang ada akan tetapi Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba masih mempertahankan Imran Yakub sebagai Kadikbud Malut ini sangat di sayangkan “ Kenapa gubernur selalu mempertahankan Imran Yakub dan Rustam Pajab. Kalau mau pendidikan di Maluku Utara ini maju wajib hukumnya Imran Yakub dan Kroninya diganti,” tegasnya. (tim/red)
Komentar

Berita Terkini