|

Capaian Imunisasi MR Minim, Dinkes Gelar Pertemuan Lintas Sektor

Dinkes Kota gelar Rapat Kordinasi Lintas Sektor pelaksanaan iminisasi MR
TERNATE, BRN - Dinas Kesehatan  Kota Ternate mencoba mengambil langkah cepat menyikapi rendahnya capaian imunisasi campak dan rubella (MR) Hal ini dikemukakan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate Fathiya Suma pada rapat kordinasi lintas sektor pelaksanaan imunisasi MR yang digelar diruang Exekutif Romm kantor Walikota Ternate Kamis (04/10/2018).

Rakor lintas sektor dipimpin langsung oleh Kadinkes Kota Ternate  yang didampingi oleh kepala bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Hamid A Rahman.

Turut hadir dalam rakor tersebut yakni Wakil Walikota Ternate Abdullah Taher, Ketua MUI, Dandim Kota Ternate, Kadis Pendidikan Kota, dan Kepala Puskesmas yang ada di Kota Ternate serta para Camat Kota juga dilibatkan dalam Rakor tersebut.

Menurut Kadinkes Kota Ternate Fathiya Suma kepada wartawan mengatakan 
Salah satu faktor terbesar rendahnya capaian MR adalah banyak masyarakat mengalami kekhawatiran imunisasi vaksin. Kekhawatiran orang tua ini muncul seiring dengan program imunisasi vaksin yang sebelumnya dianggap haram sebab MUI belum mengeluarkan fatwa.


" Sebelum MUI mengeluarkan fatwa, dimata masyarakat vaksin dianggap barang haram akan tetapi saat ini MUI secara resmi telah mengeluarkan fatwa bahwa vaksin bisa digunakan untuk imunisasi. Akan tetapi nampaknya sebagian masyarakat atau orang tua masih melarang anaknya dilakukan imunisasi sebab baru-baru ini beredar isu ada seorang anak mengalami kematian akibat imunisasi vaksin.

Kata dia ,target imunisasi MR untuk kota Ternate sejauh ini masih jauh dari harapan sebab target masih berada pada 45% sementara target yang ditentukan secara nasional harus mencapai 95 %. Sementara waktu yang tersisa tinggal kurang lebih 20 hari. " Ini harus dilakukan imunisasi massal agar capaiannya bisa memenuhi target secara nasional yakni harus memenuhi target 95%, " pungkasnya.

Sementara ketua MUI Kota Ternate Usman Muhammad menuturkan bahwa kasus kematian tersebut bukan persoalan vaksin akan tetapi faktor lain. Dan ini sudah dilakukan pengecekan oleh dokter ternyata bukan disebabkan oleh vaksin melainkan faktor dan penyebab lain.

" semua leading sector, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, alim ulama, serta semua elemen masyarakat, harus mendukung penuh kegiatan tersebut. Sehingga iminisasi MR dapat terlaksana dengan baik dan lancar, " Harapnya.

Kapolres Kota Ternate Azhari Juanda, juja mengatakan Imunisasi MR harus dilakukan secara masif agar menyeluruh kepada seluruh bayi dan anak mulai dari 9 bulan hingga 15 tahun.

" Tinggal kurang lebih 20 ini untuk mencapai target 95 persen, Polres Ternate dan Danrem melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa akan siap membantu dinas kesehatan untuk  merasionalkan masyarakat terkait dengan imunisasi MR, " Akunya.

Sekadar diketahui, Rakor tersebut disepakati beberapa hal, di antarannya mendukung penyebarluasan informasi kampanye imunisasi MR untuk seluruh sasaran dan lapisan masyarakat. Ikut menyukseskan pelaksanaan kampanye imunisasi MR pada pelaksanaannya masing-masing, serta melakukan evaluasi hasil pelaksanaan imunisasi MR pada akhir September di tanggal yang ditetapkan. (Min)

Komentar

Berita Terkini