|

Babinsa Ramil Tobelo Gagalkan Bibit Jangung Hibrida Illegal

GAGALKAN: Serka Maidiarto dan Serda I Made ketika menggagalkan penyulundupan 10 Ton benih jagung hibrida di Pelabuhan Feri Gorua Kecamatan Tobelo Utara Rabu kemarin, (24/10).

HALUT, BRN - Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 1508-01/Tobelo menggagalkan penyulundupan bibit jangung hibrida, Rabu (24/10) kemarin. Bibit atau benih jangung yang merupakan bantuan Pertanian RI itu diamakan Babinsa Koramil 1508-01/Tobelo, Serka Maidiarto Umar Yasin.

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat terkait adanya penyelundupan benih jagung. Babinsa bersama anggota piket, Serda I Made Sukarman langsung menuju pelabuhan Ferri Gorua untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Dari pengecekan, Serka Maidiarto dan Serda I Made menemukan 1 unit truk bernomor polisi DB 8729 EY bermuatan benih jagung hibrida dibawah tumpukan kopra yang dimuatnya.

Setelah diamankan dan dikembangkan informasinya, diketahui benih jagung tersebut milik seorang warga Pinasungkulan Minahasa Selatan inisial ARK (34) yang dibeli dari salah satu oknum Pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Morotai inisial TB. Belakangan terungkap benih jagung yang diamankan Serka Maidiarto dan Serda I Made itu merupakan hasil sitaan Babinsa Ramil 1508-05/Daruba dan Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Morotai beberapa waktu lalu. Memanfaatkan kesempatan TB kemudian menjual ke ARK untuk meraup keuntungan sendiri.


Komandan Distrik Militer (Kodim) 1508/Tobelo, Letkol Kaveleri Tri Sugiarto dikonfirmasi mengatakan, ARK (pembeli) bersama barang bukti (BB) sementara dititipkan ke Polres Halut dan rencananya Jumat (26/10) besok akan di bawa ke Polres Morotai untuk proses hukum lebih lanjut. “ Si pembeli dan barang bukti kami sudah serahkan di Polres Halut, selanjutnya Polres Morotai untuk memprosesnya lebih lanjut,” kata Tri Sugiarto, Kamis (25/10).

Benih jagung hibrida yang diamankan prajuritnya merupakan program bantuan ketahanan pangan dari Kementerian Pertanian RI. Mestinya, bantuan itu tidak diperjual belikan sehinga bisa memalisir kebutuhan pangan di daerah. Tri Sugiarto mengatakan, bantuan benih jagung dari Kementertian Pertanian RI itu merupakan kerjasama TNI dan Dinas Pertanian.

“ Dalam program ini meliputi padi, jagung dan kedelai (Pajale), sehingga itu TNI mempunyai kewajiban untuk mengawasinya,” tandasnya.

Agar tidak terulang kejadian serupa, orang nomor satu di Makodim Tobelo itu mengimbau kepada masyarakat, baik  yang ada di  Morotai maupun di Halut agar dapat memanfatkan dengan baik. Mengingat bantuan yang diberikan untuk kepentingan dan kesejateraan masyarakat. (Arthur/red)
Komentar

Berita Terkini