|

AHM - Rivai Masih di Atas Angin

Asrul: AGK - YA Tetap Unggul, Saldo Suara AGK-YA 4.149 Suara Pasca Putusan

Ketua KPU Malut, Syahrani Somadayo ketika diwawancarai wartawan terkasil hasil rekapitulasi PSU, Minggu (21/10) 
TERNATE, BRN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara menggelar rapat rekapitulasi hasil pemilihan suara ulang (PSU) pemilihan gubernur dan wakil gubernur di 100 tempat pemungutan suara (TPS), Minggu (21/10). Rapat pleno terbuka hasil PSU berjalan lancar dan dikawal ketat pihak kepolisian.

Pleno yang dipimpin ketua KPU Malut, Syahrani Somadayo didampingi empat anggota KPU yaitu, Kasman Tan, Buchari Mahmud Pudja Sutamat itu dimulai pada pukul 09:00 pagi di Hotel Grand Dafam Kelurahan Jati Ternate Selatan. Hasil pleno tersebut, pasangan yang diusung Partai Golkar dan PPP, Ahmad Hidayat Mus - Rivai Umar masih berada diatas angin.

Ketua KPU Malut, Sayhrani Somadayo kepada wartawan mengatakan, pleno rekapitulasi hasil PSU ini hanya menjalankan perintah Mahkamah Konstitusi (MK). Sesuai putusan MK, KPU diberikan waktu hanya tujuh hari kerja setelah PSU terhitung Kamis (18/10) kemarin dan selambat-lambatnya Jumat (26/10) hasilnya diserahkan ke MK.

“ Tapi dalam jadwal kita tanggal 24 itu sudah di serahkan, mudah-mudahan sesuai denga jadwal. Karena setelah ini kita akan menyusun laporan yang lampirannya hasil PSU yang di rekap, tetapi kita akan menyusun laporan secara teknis bagaimana merinci mulai dari awal sampai selesai PSU (hari ini). Oleh karena itu, waktu kita sekitar dua hari dan dari hari Rabu 24 Oktober paling lambat sudah di serahkan ke MK,” kata Syahrani.

Dia menegaskan, pleno rekapitulasi hasil PSU ini bukan menentukan siapa yang kalah dan siapa menang. Hasil pleno ini selanjutnya di serahkan ke MK untuk diputuskan mengingat saat ini masih dalam proses persidangan. “ Nanti MK yang menilai. Karena kita hanya menjalankan perintah MK,” sambungnya.

Syahrani menuturkan, dari hasil pleno rekapitulasi suara PSU masing-masing pasangan calon, Ahmad Hidayat Mus - Rivai Umar (AHM-Rivai) peroleh 12.520 suara, BUR-JADI 367 suara, AGK-YA 9.291 suara dan  MK-MAJU 109 dari partisipasi 22.435 pemilih dari total 29.980 pemilih tetap.

“ Kalau mengenai pelanggaran yang ditemui pada waktu PSU, baik pihak terkait, Pemohon, Termohon serta Bawaslu akan melaporkan karena itu MK yang menilai,” ucapnya.  

Saksi AGK - YA, Asrul Rasyid Ichsan mengakui hasil rekapitulasi di tiga daerah titik PSU dimenangkan AHM - Rivai.  Ahmad Hidayat Mus - Rivai Umar menang dalam perolehan suara. Tetapi saldo suara AGK - YA dijumlahkan dengan 9.291 naik menjadi 13.440 suara dengan selisih 920 suara.
“ Setelah ini KPU melaporkan ke MK dan selanjutnya mungkin kita menunggu putusan penetapan siapa pemenangnya,” akunya.

Asrul mengatakan, semua saksi pesangan calon menandatangani berita acara hasil rekapitulasi PSU kecuali saksi AHM - Rivai. “ Saksi paslon nomor satu tidak menandatangani berita acara,” katanya.

Sementara itu, saksi AHM - Rivai, Arifin jafar justru keberatan dan tidak menerima hasil rekapitulasi oleh KPU Malut. Di tolaknya hasil ini karena menurut mereka pelaksaan PSU kemarin terdapat berbagai pelanggaran pemilu.

“ Keberatan-keberatan ini menurut kami sangat prinsip.  Karena ada sebuah indikasi  terjadinya politik uang secara menyeluruh di lokasi titik PSU, kemudian ada indikasi penerbitan e-KPT illegal oleh Pemkab Halbar untuk kepentingan PSU. Serta ada juga penggunaan e-KTP dan surat keterangan (suket) di enam desa (Halut - Halbar) saat mencoblos,” kata Arifin. (eko/mal/red)
Komentar

Berita Terkini