|

Selangkah Lagi Kejari Menetapkan Tersangka Dua Kasus Tipikor di Morotai

Supardi
MOROTAI, BRN - Sinyal siapa yang bakal menjadi tersangka atas kasus belanja barang di kantor Perwakilan Morotai di Jakarta serta pengadaan tanah fiktif tahun 2015 bagian pemerintahan Pemkab Morotai selangkah lagi ditetapkan. Terciumnya indikasi Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) itu setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Morotai memanggil dan memeriksa 35 orang sebagai saksi pada 25 Januari 2018 lalu.

Kepala Kejari Pulau Morotai, Supardi mengatakan, kedua kasus itu bakal menetapkan siapa tersangkanya. Untuk menentukan siapa tersangka, pihaknya masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Malut.

“ Kami sudah koordinasi dengan BPK, untuk kantor perwakilan akhir bulan September hasilnya sudah ada. Sementara untuk kasus pengadan lahan hasilnya di pertengahan Oktober,” ucap Supardi di ruang kerjanya, Senin (24/9).

Supardi mengakui kedua kasus ini penanganannya cukup lama, karena ditangani pada 2017. Keterlamabatan penanganan kedua kasus ini disebabkan karena menunggu hasil audit BPK. “ Kejati Malut juga memberikan atensi kepada kami, bahwa kedua kasus ini segera dituntutaskan,” katanya.

Penetepan tersangka tetap dilakukan. Namun Kejari harus menerima hasil audit atau Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK barulah tersangkanya ditetapkan. Sebelum menetapkan tersangka, LHP BPK dibahas (rapat) bersama tim kemudian hasilnya dilaporkan ke pimpinan.

“ Yang pasti kami fokus dengan kedua kasus ini, jika tidak ada kendala awal tahun 2019 sudah masuk dipersidangan,” terangnya sembari mengaku kedua kasus ini tuntas barulah menangani kasus lain.

Sekedar diketahui, kasus pengadaan barang di kantor Perwakilan Morotai di Jakarta tahun 2015 semasa kepimpinan Sofani Bandari diduga merugikan keuangan negara Rp 1,5 Milyar. Di tahun yang sama di lahan fiktif bagian Pemerintahan Setda Morotai semasa kepemimpinan, Mufti  Siruang juga merugikan keuangan negara miliaran rupiah. (Fix/red)
Komentar

Berita Terkini