|

Pemkab Morotai Masih Lobi di Kemenpan RB

Muhammad M Kharie

MOROTAI, BRN - Meski waktu pendaftaran Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) tinggal menunggu hari, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai masih terus melobi ke Kemenpan RB untuk menggelar tes di Morotai.

Langkah yang diambil ini untuk mempermudah para peserta tes CPNSD. Selain memudahkan para pelamar, juga menginkan agar pelaksaan tesnya tidak digabungkan dengan Halmahera Utara. “ Kami akan upayakan agar tesnya dilaksanakan di Morotai saja, tujuannya untuk mempermudah masyarakat yang ikut tes,” ucap  Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, Muhammad M Kharie, Senin (17/9).

Menurutnya, alasan dilakukan tes di masing-masing daerah itu karena sebagian besar kabupaten/kota sangat menginginkan pelaksanaan tes CPNS dilaksanakan di kabupaten masing-masing termasuk Kabupaten Morotai. “ Morotai pernah gelar tes dan itu berhasil. Untuk fasilitas pendukungnya juga siap, jadi kita akan usahakan agar pelaksanaan tes itu di laksanakan di Morotai,” katanya.

Di sentil terkait dengan pelamar dari luar Morotai apakah bisa diperbolehkan mengikuti tes jalur Morotai, orang nomor tiga di Pemkab Morotai  ini memperbolehkan peserta dari luar daerah mengikuti tes melalui jalur Pulau Morotai. Pemkab Morotai tidak akan melarang karena tesnya menggunkan sistem online.

“ Boleh-boleh saja, karena sistemnya online, dari mana saja seluruh orang indonesia bisa ikut,” imbuhnya.

Meski begitu, Sekda mengaku belum mengetahui pasti berapa anggaran yang dibutuhkan apabilan pelaksanaan tesnya di Morotai. Ketidakpastian mengenai berapa anggaran ini karena belum ada tindaklanjut dari Bupati Morotai, Benny Laos.

” Belum tahu, karena nanti rinciannya kita masih menunggu pak bupati datang, kita laporkan dulu bahwa kita siap disini melaksanakan tes di Morotai karena pertimbangan fasilitasnya sudah ada, komputernya sudah ada jadi tidak perlu pengadaan baru,” terangnya sembari mengatakan pelaksanaan tes CPNSD di Morotai tidak membutuhkan anggaran yang besar. (Fix/red)
Komentar

Berita Terkini