|

Pelamar CPNS Halbar Keluhkan Sulitnya Mengakses NIK


Alur registrasi portal SSCN 2018
TERNATE, BRN - Pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 yang melakukan pendaftaran secara online (sscnakun.bkn.go.id) pada hari kedua, Kamis (27/9/2018) diwarnai keluhan.

Salah satu masalah yang banyak dikeluhkan para pelamar terkait dengan nomor induk kependudukan (NIK) KTP yang tidak terdaftar datanya. Padahal, syaratnya pelamar wajib menggunakan NIK KTP yang sesuai dengan NIK kartu keluarga (KK).
Kendala yang dialami para pelamar CPNS itu diutarakan saat melakukan registrasi NIK KTP dan NIK/Nomor KK. Bahkan, sampai pukul 05.00 WIT pada Sabtu (29/9) dinihari tadi masih kesulitan meregistrasi NIK KTP dan NIK/Nomor KK atau data pelamar tidak ditemukan (saat mendaftar).
“ Mendaftar tapi belum berhasil. Baru, ada tulisan yang muncul data saya tidak ‘ditemukan’,” kata salah satu pelamar CPNS, Ade Ima saat ditemui di warung kopi KITA di Kelurahan BTN Kota Ternate Tengah.
Dia mengatakan, sulitnya meregistrasi NIK KTP dan nomor KK ini membuatnya tidak bisa melanjutkan proses pendaftaran selanjutnya (Login ke SSCN). Sebab, langkah pertama ini pelamar diminta memasukan NIK KTP dan nomor KK (pengecekan indentitas).
Apabila pengecekan indentitasnya berhasil, pelamar selanjutnya meng-upload foto dan memasukan emai aktif yang nantinya mendapatkan akun portal sscn (login untuk meng-upload dokumen yang diperlukan) dan mencetak bukti registrasi.
“ Kemudian pelamar diminta foto/selfi dengan bukti pendaftaran/registrasi dan KTP (swafoto) lalu di upload lagi,” ucapnya dengan wajah sedih.   
Contoh foto selfi (swafoto) KTP dan bukti regisrtasi pelamar CPNS 2018/ilustrasi. Foto: google 
Guru asal Halmahera Barat ini mengatakan sudah empat kali bolak-balik meregistrasi NIK KTP dan nomor KK nya secara online (sscnakun.bkn.go.id) tetapi medapat tulisan serupa (tidak ‘ditemukan’). “ Tulisan data tidak ‘ditemukan’ selalu muncul,” katanya.

Untuk memastikan hal ini, kata dia sudah berkoordinasi ke Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Halmahera Barat.
“ Saya langsung telpon di Pardi (adik suaminya) untuk cek, dari keterangan mereka (Dukcapil) sudah bisa akses, tetapi sampai sekarang belum bisa,” ujarnya.
Keluhan serupa dialami Adi. Dikatakannya, dirinya beberapa kali kesulitan meregistrasi identitasnya (NIK dan nomor KK). Namun dikroscek, ternyata kesalahannya NIK KTP dan NIK yang tertera pada KK tidak sesuai.
“ Saya juga dapat tulisan data tidak ‘ditemukan’. Setelah dikroscek NIK KTP dan NIK yang ada di KK tidak sama,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Halmahera Barat, Andi R Pilly belum bisa dikonfirmasi terkait masalah tersebut. (brn)
Komentar

Berita Terkini