|

Mengenang : Bang Yamin Waisale Oleh : Asrul Gailea Sang Aktifis

Yamin Waisale
Innalillahi Waiina Ilaihi Rajiun. Hanya kata itu yang mampu kami ucapkan atas kepergian saudara kami, kakak kami, senior kami, alumni kami Haji Drs. M. Yamin Waisale, pergi keharibaan Allah SWT sang maha pencipta. Sebagai adik sekaligus saudara sangat merasa kehilangan atas kepergian Bang Yamin Waisale. Kepergian Beliau awalnya saya mendapat informasi langsung pada WhatsApp grup Keluarga Sula, tepatnya Jam 23.00 Wit. Karena belum yakin saya pun tengok lagi WA grup Beta Alumni Ambon. Akhirnya saya mulai yakin dan percaya bahwa benar Bang Yamin telah pergi meninggalkan kami.

Keseharian biasanya kami sapa beliau dengan panggilan Bang Yamin. Panggilan ini memang sangat kental dikalangan warga Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS), maupun di kalangan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Sepengetahuan kami beliau adalah sosok yang sederhana, dermawan, murah senyum, sapa sesama, sabar, rendah hati dan banyak lagi sikap kepemimpinan yang patut di teladani. Sebagasi yunior di HPMS kami dapat merasakan kepemimpinan beliau, karena setahu kami beliau mulai aktif di HPMS Ambon sejak tahun 1991, dengan Jabatan Sekretaris HPMS Cabang Ambon. Pola kepemimpinan beliau itu pula yang dapat kami resapi dalam pola kehidupan berorganisasi dan keseharian.
Rasanya terlalu cepat Bang Yamin pergi meninggalkan kami. Rasanya masih banyak lagi diskusi, tukar pendapat, saling debat, dan banyak hal lagi yang bersapa. Inilah kehebatan beliau tanpa membedakan kritik, intrupsi, debat kusir, pun tanpa membedakan factor usia, gender, agama, etnis, warna kulit. Semuannya tetap satu dalam keberagaman. Begitu kuat toleransi sesama aktifis sehingga beliau selalu dikenang dan selalu di hargai senioriotasnya. Ada sosok yang begitu menarik apalagi dengan senyumnya yang khas, sehingga sulit di lupakan dan pada siapapun selalu mengatakan bahwa beliau adalah orang baik dan beliau adalah orang baik. Baik jiwa raganya dan baik pula isi hatinya.   

  1. Ada sosok yang menarik dari Bang Yamin. Sepengetahuan kami selain beliau aktif di HPMS, beliau juga sangat di segani di Kalangan Alumni HMI. Aktifitasnya di HMI Ambon hingga mencapai puncak Ketua Umum HMI Cabang Ambon. Sejak tahun 1982 itulah puncak kesuksesan mengurus organisasi Himpunan Mahasiswa Islam Ambon. Kesuksesannya menakhodai Mahasiswa Islam itulah maka sering beliau di juluki dengan istilah Guru HMI. Karena kesuksesannya mengurus HMI itulah beliau pun sangat di hargai dan di segani di hampir semua alumni HMI di Indonesia. HPMS dan HMI kedua organisasi yang beda dalam visi misinya namun dalam waktu yang besamaan beliau mampu mengayominya.

Sosok Birokrasi  
Di usianya yang ke 65 Tahun, beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir, menghadap sang ilahi rabbi pada hari Sabtu pukul 23.00 Wit di rumah sakit Hasan Bisori Ternate. Sejumlah kerabat, tokoh agama,  pemuda, aktifis, politisi, pejabat gubernur pun hadir mengiringi jasad beliau ke perkuburan peristirahatan yang terakhir, Jumat pukul 12.20 WIT. Semua mendoakan agar Almarhum husnul khatimah, di terangi kuburnya, dan di ampuni segala dosanya, dan di tempatkan di sisi Allah yang paling terhormat. Itulah kata-kata terakhir yang dapat semua ucapkan dengan sebuah kepasrahan bahwa Allah adalah segala-galanya dan atas kehendaknya.

Kepemimpinan dan loyalitasnya terhadap daerah, bangsa dan negara pun tak luput dari peratian Beliau. Sosoknya sebagai seorang abdi Negara, yang mengawali karier birokrasinya pada instansi BKKBN pusat, memberikan andil besar menduduki beberapa jabatan strategis. Di awali dari jabatan Birokrasi sebagai Kepala Kantor BKKBN Kabupaten Halmahera Tengan di Tidore, Kepala Kantor Wilayah BKKBN Propinsi Maluku Utara, kemudian menjadi Kepala Kantor Wilayah BKKBN Propinsi Gorontalo, Kepala kantor Wilayah BKKBN Propinsi Sumatera Barat dan yang terakhir Jabatan salah satu Direktur Kantor BKKBN pusat, sekaligus memasuki masa pensiun.

Mengawali karier Birokrasinya di Kota Ambon. Beliau menyelesaikan study pada Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Politik Universitas Pattimura Ambon. Kiprahnya sebagai seorang mahasiswa ilmu politik itulah, maka tidak mengherankan apabila beliau terjun langsung dalam dunia politik praktis di kala itu, yang mana Golongan Karya adalah pilihan karier politik semasa era Orde Baru. Pilihannya di Organisasi Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sebuah organisasi kepemudaan Golkar yang di bentuk khusus untuk menopang kekuatan Orde Baru.  Jabatan Sebagai Sekretaris Umum AMPI Propinsi Maluku itulah terus memberikan angin segar pengetahuan dan pengalamannya di bidang Birokrasi dan Politik.

Disaat-saat terakhir mengenang beliau, salah satu jasa beliau yang boleh dikenang selama-lamanya yakni beliau adalah salah satu tokoh penggerak pemekaran Propinsi Maluku Utara di awal reformasi tahun 1998. Mungkin kini jasa perjuangan pemekaran propinsi Maluku utara telah banyak dilupakan oleh para generasi penerus. Tetapi sebagai penulis yang sedikit tahu asal muasal pergerakan pemekaran propinsi Maluku utara, yang pada kesempatan ini tidak berlebihan penulis katakana bahwa beliau punya andil besar dalam mendorong proses pemekaran bersama dengan para pejuang pemekaran di daerah ini. Pemekaran Propinsi yang sudah memakan usia 19 tahun ini wajib kita jaga dan wajib kita kembangkan Kota Sofifi menjadi sebuah kota defenitif pisah dari Kota Tidore Kepulauan, yang di idam-idamkan oleh para generasi pejuang.

Selamat jalan Bang Yamin, selamat atas semua dedikasi dan pengorbanan tulus yang begitu indah, yang mungkin saja generasi kini tidak mampu melakukan seperti yang telah bang Yamin lakukan. Hanya doa dan sujudnya kami persembahkan kehadirat Allah SWT, semoga jasa baik dan pengorbanan tulus yang telah di berikan mendapat balasan dan ampunan. Dan Mohon maaf bila dalam tulisan ini ada kata-kata yang salah atau kurang tepat penempatan kosa katanya. Sekian dan terima kasih, wassalam.
Komentar

Berita Terkini